Wed,6 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah

Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah

teladan-nabi-dalam-membela-kelompok-lemah
Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah
service

Mubadalah.id – Salah satu prinsip utama dalam ajaran Islam adalah kasih sayang yang diwujudkan melalui keberpihakan kepada kelompok lemah. Prinsip ini terlihat jelas dalam teladan Nabi Muhammad Saw sebagaimana disaksikan langsung oleh istri beliau, Siti Khadijah ra.

Dalam riwayat Sahih Bukhari, Khadijah ra menyampaikan kesaksiannya tentang pribadi Nabi Muhammad Saw. Ia menyebut Nabi sebagai sosok yang selalu menyambung tali persaudaraan, berkata jujur, menanggung beban orang yang kesusahan, memberdayakan kaum papa, serta menghormati tamu. Kesaksian ini Khadijah sampaikan saat Nabi Saw dalam kondisi gemetar setelah menerima wahyu pertama.

Pada saat itu, Nabi Muhammad Saw merasa khawatir atas pengalaman yang baru ia alami. Namun Khadijah ra dengan tegas menenangkan beliau dan meyakinkan bahwa yang Nabi terima adalah wahyu dari Allah Swt dan yang datang adalah Malaikat Jibril as.

Menariknya, argumentasi Khadijah tentang kenabian Muhammad Saw tidak bertumpu pada mukjizat atau kekuasaan. Melainkan pada rekam jejak sosial Nabi dalam membela dan memberdayakan mereka yang lemah.

Penegasan ini menunjukkan bahwa kerja-kerja sosial dan pembelaan terhadap kelompok rentan merupakan bagian tak terpisahkan dari misi kenabian. Nilai tersebut juga tercatat dalam hadis lain dari Abu Hurairah ra.

Nabi Saw bersabda bahwa orang yang bekerja untuk kepentingan para janda dan orang miskin memiliki pahala setara dengan orang yang berjihad di jalan Allah Swt, atau orang yang shalat malam dan berpuasa di siang hari.

Hadis ini menempatkan kerja sosial sebagai ibadah yang bernilai tinggi dalam Islam. Dengan demikian, membela dan mendukung kaum lemah bukan sekadar tindakan kemanusiaan. Melainkan bagian dari ajaran inti agama yang Nabi Muhammad Saw wariskan. []

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.