Mubadalah.id – Jika ibu hamil mengalami air ketuban berwarna kecokelatan dan kehijauan maka kondisi bayi dalam kesulitan.
Yang harus dilakukan:
Pertama, bila proses persalinan masih sangat awal, atau bila sang ibu belum mulai mendorong, sebaiknya bayi dilahirkan di rumah sakit saja.
CEPAT! Segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat.
Kedua, bila pasien sudah memasuki Tahap 2, dan bayi akan segera lahir, mintalah pasien berusaha sekuat-kuatnya untuk mendorong bayi agar keluar secepat mungkin.
Begitu kepala bayi keluar, lekas usap mulut dan hidungnya dengan kain bersih, atau gunakan alat penyedot agar lendir tidak memblokir hidung dan mulutnya. Supaya lendir keluar, pegang bayi dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuhnya.
Demam
Demam pada persalinan bisa berarti infeksi.
Yang harus Anda lakukan:
Pertama, sentuh dahi pasien dengan punggung tangan Anda. Punggung tangan satunya disentuhkan ke dahi Anda sendiri. Kalau Anda punya termometer, tentu lebih baik. Rasakan perbedaan suhu tubuh kalian berdua. Kalau suhu tubuh pasien hanya sedikit lebih tinggi daripada suhu tubuh Anda, mungkin ia hanya butuh minum yang lebih banyak.
Berikan banyak air putih, teh manis, sari buah, atau air soda yang bisa Anda beli dalam botol. Ingatkan dia untuk buang air kecil tiap beberapa jam sekali. Bila tubuh pasien terasa sangat panas, dan bila ia mulai gemetar atau menggigil, berarti ia butuh antibiotika seketika itu juga.
CEPAT! Larikan pasien ke rumah sakit.
Kedua, jila jarak tempat bersalin dengan rumah sakit sangat jauh, berikan ampisilin dengan dosis 500 miligram, minumkan tiap 6 jam sekali, atau suntikkan 1,2 juta Unit penisilin prokain ke pantat atau pahanya, tiap 12 jam sekali, dalam perjalanan ke sana.
Kejang-kejang, atau Wajah dan Lengan Sangat Bengkak (Toksemia)
Bila pasien mulai kejang-kejang:
Pertama, taruh bantal atau selimut di bawah kepalanya, dan, kalau bisa, baringkan ke kiri. Tapi ingat, jangan Anda pegang atau paksa tenang.
Kedua, Anda bisa berusaha menenangkan dia dengan lembut.
Ketiga, cepat suruh seseorang mencari alat pengangkut darurat sementara Anda menunggui pasien.
CEPAT! Segera larikan pasien ke rumah sakit.
Keempat, kalau bisa, berikan salah satu obat di bawah ini selama menunggu alat transpor atau dalam perjalanan menuju ke rumah sakit:
– Magnesium sulfat, diencerkan 50%. Suntikkan 10 mililiter ke tiap pantat. Bila perlu, ulangi sesudah 4 jam.
– Diazepam. Jangan lupa melaporkan apa yang sudah Anda lakukan pada dokter sesampainya Anda di rumah sakit.
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 108.





Comments are closed.