Jakarta –
Tren menggunakan kontrasepsi atau KB alami tengah meningkat di beberapa negara. Banyak perempuan memilih KB alami dengan melacak masa subur karena ingin menghindari dampak penggunaan KB hormonal, Bunda.
Di negara Prancis, 7,5 persen perempuan dilaporkan menggunakan metode kontrasepsi alami pada tahun 2023. Menurut French National Institute of Health and Medical Research (INSERM), persentase meningkat dari 4,6 persen pada tahun 2016.
Seorang perempuan berusia 26 tahun di Prancis bernama Louise menceritakan alasannya menggunakan KB alami dan menganggap kontrasepsi hormonal sebagai ‘bencana total’. Saat berusia 18 tahun, tubuh Louise menolak IUD hormonal. Setelah memasang implan, ia mengalami efek samping termasuk kenaikan berat badan, perubahan suasana hati, dan depresi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama enam tahun terakhir, Louise telah menggunakan metode kalender sebagai alat kontrasepsi. Demikian seperti dilansir laman Taiperi Times.
Seperti diketahui, metode KB alami dapat dilakukan dengan menghindari hubungan seksual di masa subur, pengecekan suhu untuk mengetahui masa subur, hingga memeriksa lendir serviks di vagina.
Perlu diketahui, penerimaan terhadap kontrasepsi alami muncul seiring dengan penurunan penggunaan pil KB di banyak negara. Sebuah studi yang diterbitkan tahun di BMJ Sexual & Reproductive Health memperkirakan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal di Inggris dan Wales, menurun dari 19 persen pada tahun 2018 menjadi 11 persen pada tahun 2023.
Penelitian tersebut juga menunjukkan kaitan antara meningkatnya penggunaan kontrasepsi alami dan meningkatnya jumlah aborsi.
KB alami tidak 100 persen efektif mencegah kehamilan
Keputusan untuk memilih kontrasepsi memang tanggung jawab dan pilihan masing-masing. Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakan KB alami, ada baiknya Bunda memahami soal efektivitasnya ya.
Para ahli mengatakan bahwa teknik alami jauh kurang efektif bila dibandingkan metode tradisional. INSERM menyatakan bahwa penggunaan KB, seperti pil KB, hanya boleh dipertimbangkan oleh perempuan yang memiliki risiko kehamilan.
“Metode alami sama sekali tidak efektif bagi mereka yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, dan itu terjadi pada sekitar satu dari setiap lima perempuan,” kata ginekolog di University Hospital of Lille, Prancis, Geoffroy Robin.
KB alami dengan menghitung masa subur juga dianggap tidak efektif karena bisa dipengaruhi beberapa faktor, Bunda. Misalnya, infeksi jamur dan penggunaan obat-obatan dapat mengganggu sekresi lendir vagina. Obat seperti parasetamol dan antibiotik juga dapat mengubah suhu tubuh yang sering kali dianggap tanda masa subur.
Metode KB alami mengandalkan kesadaran akan kesuburan
Metode KB alami didasarkan pada kesadaran Bunda akan masa subur. Dikutip dari Web MD, ide dasar dari metode ini adalah memprediksi hari-hari dalam sebulan yang dianggap bisa meningkatkan peluang hamil. Di hari-hari tersebut, perempuan akan menghindari hubungan seksual.
Nah, jika Bunda memiliki siklus menstruasi teratur dan mengikuti metode KB alami dengan sempurna, peluang untuk hamil bisa kurang dari 5 persen. Namun, peluangnya bisa mencapai 24 persen bila tidak menggunakan metode ini dengan sempurna, terutama jika periode menstruasi tidak teratur.
“Contoh metode kesadaran kesuburan dalam KB alami dapat meliputi metode ritme, metode hari standar, memeriksa lendir serviks, dan menggunakan suhu basal tubuh. Untuk meningkatkan efektivitasnya, kita dapat menggunakan lebih dari satu metode ini sekaligus,” kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Traci C. Johnson, MD.
Catat ya, metode KB alami tidak 100 persen efektif dalam mencegah kehamilan. Namun bila Bunda memang ingin mencoba metode ini, ada baiknya untuk berkonsultasi dulu dengan dokter.
Demikian efektivitas KB alami dalam mencegah kehamilan, serta tren meningkatnya penggunaan metode KB ini. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)





Comments are closed.