Tue,8 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Trenggiling Bukan Bahan Obat ataupun Hidangan Kesehatan

Trenggiling Bukan Bahan Obat ataupun Hidangan Kesehatan

trenggiling-bukan-bahan-obat-ataupun-hidangan-kesehatan
Trenggiling Bukan Bahan Obat ataupun Hidangan Kesehatan
service

Tubuhnya tertutup sisik, aktif pada malam hari, dan akan menggulung seperti bola ketika merasa terancam. Strategi pertahanan ini selama jutaan tahun mampu melindungi trenggiling dari predator alami. Namun, perlindungan tersebut hampir tak berguna ketika hewan pemalu ini berhadapan dengan manusia. Trenggiling merupakan salah satu korban terbesar perdagangan satwa liar dunia. Meski tidak sepopuler gajah, badak, atau harimau dalam kampanye konservasi, mamalia bersisik ini diburu dalam jumlah sangat besar. Sisik, daging, bahkan janinnya diperdagangkan untuk memenuhi permintaan pasar, terutama di Asia Timur. Salah satu pemicu utamanya adalah kepercayaan bahwa sisik trenggiling memiliki khasiat pengobatan. Sisik tersebut dianggap mampu mengatasi berbagai penyakit, meningkatkan vitalitas, hingga menyembuhkan kanker. Padahal, klaim itu tidak memiliki dasar ilmiah. Sisik trenggiling tersusun dari keratin, bahan yang sama seperti kuku dan rambut manusia. Mengonsumsinya tidak otomatis memberikan manfaat kesehatan tertentu. Selain sisiknya, daging trenggiling juga dianggap sebagai makanan mewah. Di sejumlah wilayah Asia Timur, menyantap daging atau janin trenggiling dipandang sebagai simbol status sosial. Hidangan ini bukan sekadar makanan, tetapi menjadi sarana untuk menunjukkan kekayaan dan gengsi. Mitos kesehatan dan gaya hidup konsumtif tersebut menciptakan permintaan tinggi yang kemudian dimanfaatkan jaringan perdagangan ilegal. Skala perdagangannya sangat mengkhawatirkan. Sejak 2000, puluhan ribu trenggiling dilaporkan diperdagangkan dari berbagai negara di Asia dan Afrika. Data Yayasan SCENTS menunjukkan ada 354 pelaku dengan 299 operasi penangkapan di seluruh Indonesia pada 2022. Pada 2023, ada 267 operasi penangkapan dengan 217 pelaku ditangkap. Dan 3 bulan 2024 baru 35 operasi penangkapan. Trenggiling menempati peringkat pertama dari barang bukti yang disita oleh aparat sejak 2003.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.