Tue,8 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi

Ketika Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi

ketika-gunung-anak-krakatau-erupsi-lagi
Ketika Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi
service

Anak Gunung Krakatau erupsi lagi 5 September lalu. Sebaran abu vulkaniknya ke berbagai daerah pesisir,  sekitar Banten, Lampung,  dan wilayah Jabodetabek.  Agktivitas masyarakat pun terganggu. Delapan bandara tutup  berdampak terhadap 1.558 penerbangan. Pada Selasa, 8 September, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan yang lain mulai beroperasi lagi. Maryana, warga Kampung Tancang, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Serang, Banten, mengatakan,  debu vulkanik mulai masuk ke halaman rumah sejak 5 September malam. Kondisi itu membuat perempuan 60 tahun ini memutuskan mengungsi ke rumah keluarga di lokasi lebih tinggi. Dia memilih mengungsi lantaran cukup trauma tsunami Selat Sunda pada 2018. Saat itu, anak krakatau menyebabkan longsoran material ke laut yang memicu tsunami dan menghantam pesisir di sekitar Selatan Sunda, yaitu pesisir Banten dan Lampung. “Rumah saya terdampak tsunami. Saya mengungsi hampir dua minggu,” kata Maryana kepada Mongabay di rumahnya, 6 September lalu. Abu vulkanik juga penuhi air sungai di Kampung Tancang. Warga khawatir karena sehari-hari memanfaatkan sungai untuk memenuhi kebutuhan mereka. Nurhayat, warga Tancang mengatakan,  kondisi air berubah setelah abu vulkanik mulai turun. Dia khawatir abu yang masuk ke aliran sungai dapat memengaruhi kualitas air. “Cuci piring, baju, mandi, semua di sini. Abu ini masuk ke sungai sejak kemarin,” katanya. Abu vulkanik juga menempel di lokasi rumah dan sekitar. Aktivitas warga terganggu. Dia harus sering membersihkan teras rumah. Maryana berharap,  pemerintah segera memberikan bantuan masker medis kepada warga yang terdampak abu vulkanik. “Ini sudah berkali-kali disapu, abunya ada lagi, ada terus.” Kondisi lantai rumah warga di Desa Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.