Tue,8 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Anak-anak Tersiksa Asap Karhutla Kalimantan Selatan

Anak-anak Tersiksa Asap Karhutla Kalimantan Selatan

anak-anak-tersiksa-asap-karhutla-kalimantan-selatan
Anak-anak Tersiksa Asap Karhutla Kalimantan Selatan
service

Siti Sarah sulit tidur sebulan terakhir. Perasaannya selalu gelisah karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian sering, serta lahan gambut yang mengering dan rawan kebakaran mendominasi sekitar rumahnya di Kampung Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Apalagi, Data BPBD Kalsel, terjadi 436 peristiwa karhutla di Banjarbaru sejak Januari hingga 29 Agustus. Sebanyak 71 di antaranya menerpa wilayah Landasan Ulin Selatan. Rabu (19/8/26) sore, api tiba-tiba berkobar di area yang posisinya hanya sekitar 100 meter dari rumah perempuan 33 tahun itu. “Siang harinya, api jauh. Tapi karena angin kencang, mungkin jelaganya terbawa terbang. Kebakarannya seolah melompat, tiba-tiba dekat, dan cepat membesar,” ceritanya, (23/8/26). Raungan meminta tolong menggema di penjuru kampung. “Saya juga ikut memadamkan api dengan memukul-mukulnya pakai kayu,” katanya. Petugas pemadam kebakaran datang, berjibaku mengendalikan api, hingga akhirnya kobaran berhasil mereda sebelum menjalar ke rumah warga. Dua hari berselang, Jumat (21/8/26), kebakaran besar yang membuatnya gentar kembali muncul di Pengayuan. Namun, kali ini api berkobar di lokasi yang lebih jauh dari rumah Sarah dan tak sampai melumat permukiman. “Syukurnya petugas pemadam kebakaran sigap untuk memadamkan.” Namun, rentetan insiden itulah yang meninggalkan trauma dan kekhawatiran terhadapnya. Dia jadi takut jika meninggalkan rumah, dan susah tidur saat malam. “Cemas api tetiba menyala.” Peristiwa kebakaran itu membuatnya jadi korban pertama yang menanggung derita kabut asap. Jerubu masuk rumah hingga membuatnya susah melihat. Baunya tercium hingga kamar. Dia mengalami gangguan kesehatan, mulai batuk, pilek, radang tenggorokan hingga pusing. Kian berat karena sejak kecil mengidap asma. “Ini juga…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.