Kabarwarga.com – Sebuah “truk tangki siluman” yang menyamar menjadi mobil biasa akhirnya menemui nasib tragisnya di SPBU Leuwigajah, Cimahi, pada sabtu (11/10) pagi.
Mobil misterius yang selama ini meresahkan petugas SPBU tersebut meledak dan terbakar hebat saat sedang mengisi bahan bakar, menghanguskan sebagian area SPBU dan meninggalkan jejak kehancuran.
Menurut saksi mata, Imam Maulana (29), yang bekerja sebagai petugas kebersihan di SPBU tersebut, mobil ini memang sudah lama menjadi “legenda” karena keanehannya.
Mobil ini bisa datang hingga 10 kali dalam sehari hanya untuk mengisi bensin.
Kejanggalan utamanya adalah kapasitas tangkinya yang seolah tak berdasar.
“Waktu ngisi, udah lebih dari sepuluh menit belum juga penuh, padahal biasanya Rp 200 ribu udah penuh, tapi tadi sampai Rp 2 juta juga belum penuh”, ungkap Imam, menggambarkan betapa rakusnya mobil tersebut.
Pihak keamanan SPBU sebenarnya sudah pernah menegur si pemilik mobil, namun ia selalu bandel dan “mencuri-curi waktu” untuk mengisi saat pengawasan sedang longgar.
Pada hari kejadian sekitar pukul 08.30 WIB, Imam yang sedang berada di toilet mendengar suara ledakan kecil, “kirain cuma ban meledak biasa”, katanya.
Namun ledakan kedua yang jauh lebih kencang membuatnya berlari keluar dan menyaksikan api sudah berkobar dari mobil “legendaris” tersebut.
Rahasia di balik kapasitas tangki tak terbatas itu pun akhirnya terungkap.
Di dalam mobil, ditemukan modifikasi ilegal berupa tumpukan galon² yang digunakan untuk menampung bensin dalam jumlah besar, yang rencananya akan dijual kembali secara eceran.
Diduga kuat salah satu galon bocor, meneteskan bensin ke bawah mobil hingga akhirnya mengenai sumber percikan api dari mesin atau kelistrikan, “dari situ langsung nyamber”, jelas Imam.
Api berkobar selama kurang lebih satu jam, diwarnai oleh empat ledakan susulan yang diduga berasal dari ban mobil yang meledak akibat panas.
Kini SPBU tersebut ditutup total dengan garis polisi, menyisakan pemandangan hangus dan bau asap yang menyengat.
Si “truk tangki siluman” itu pun kini teronggok di depan SPBU, ditutupi terpal biru, menjadi monumen dari sebuah bisnis ilegal yang berakhir dengan cara yang sangat “membara”. (Ibas)




Comments are closed.