Thu,20 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Trump Batalkan Perundingan di Pakistan, Negosiasi AS–Iran Makin Buntu

Trump Batalkan Perundingan di Pakistan, Negosiasi AS–Iran Makin Buntu

trump-batalkan-perundingan-di-pakistan,-negosiasi-as–iran-makin-buntu
Trump Batalkan Perundingan di Pakistan, Negosiasi AS–Iran Makin Buntu
service

Jakarta, Arina.id—Upaya perdamaian dalam konflik Iran kembali menghadapi hambatan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan kunjungan dua utusan AS ke Pakistan.

Keputusan itu dikeluarkan Trump, Sabtu (25/4/2026), setelah dua pejabat Pakistan mengatakan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan Islamabad.

Sebelumnya, Trump memang telah memerintahkan utusannya, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner untuk melakukan perjalanan ke Pakistan.

“Kita punya semua kartu. Mereka bisa menghubungi kita kapan saja mereka mau, tetapi Anda tidak akan melakukan penerbangan 18 jam lagi hanya untuk duduk-duduk dan mengobrol tentang hal-hal yang tidak penting,” kata Trump dikutip Aljazeera, Minggu (26/4).

Ia juga mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa kepemimpinan Iran masih belum stabil.

“Ada perselisihan dan kebingungan besar di dalam kepemimpinan mereka. Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka sendiri,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu pejabat Pakistan selaku mediator dan menyampaikan posisi Iran terkait penghentian perang, namun mengatakan masih harus melihat apakah AS “benar-benar serius soal diplomasi.”

Upaya diplomatik antara kedua negara masih menemui kebuntuan meski Trump telah memperpanjang gencatan senjata yang semula berakhir pada 22 April guna memberi ruang bagi negosiasi.

Kebuntuan terutama terjadi terkait Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global, setelah Iran membatasi akses sebagai respons atas serangan AS dan Israel sejak Februari. 

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menegaskan Teheran tetap terbuka untuk negosiasi, namun menyebut pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman sebagai hambatan utama.

Pakistan dalam beberapa pekan terakhir terus berperan sebagai mediator utama antara Washington dan Teheran, termasuk dalam pembicaraan tingkat tinggi pada 11 April yang juga berakhir tanpa kesepakatan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.