Tue,8 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Tumor Fibroid: Pemeriksaan, Penanganan, hingga Risiko Anemia

Tumor Fibroid: Pemeriksaan, Penanganan, hingga Risiko Anemia

tumor-fibroid:-pemeriksaan,-penanganan,-hingga-risiko-anemia
Tumor Fibroid: Pemeriksaan, Penanganan, hingga Risiko Anemia
service

Mubadalah.id – Secara anatomi, fibroid berada pada bagian rahim atau womb. Ukuran dan keberadaan fibroid dapat berbeda-beda pada setiap perempuan. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah keluhan yang muncul berkaitan dengan fibroid atau kondisi lain pada organ reproduksi.

Fibroid biasanya ditemukan melalui pemeriksaan organ-organ reproduksi. Dalam pemeriksaan tersebut, tenaga kesehatan dapat mengetahui adanya perubahan pada rahim. Salah satu tanda yang dapat diamati adalah ukuran rahim yang terasa terlalu besar ketika dilakukan pemeriksaan dengan perabaan.

Selain ukuran yang membesar, bentuk rahim juga dapat terlihat atau terasa tidak seperti biasanya. Kondisi tersebut dapat menjadi petunjuk bagi tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab perubahan pada rahim.

Pemeriksaan menggunakan ultrasound atau ultrasonografi (USG) dapat anda lakukan untuk memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai keberadaan fibroid. Melalui pemeriksaan tersebut, ukuran fibroid dapat diketahui sehingga tenaga kesehatan dapat menilai kondisi dan menentukan penanganan yang sesuai.

Penanganan fibroid bergantung pada kondisi penderita dan seberapa besar gangguan yang muncul. Jika fibroid tidak menimbulkan keluhan berarti, penanganan tertentu mungkin tidak selalu anda butuhkan. Namun, apabila keberadaan fibroid sudah sangat mengganggu penderita, salah satu pilihan penanganannya adalah pengangkatan melalui operasi.

Dalam kondisi tertentu, operasi dapat tenaga kesehatan lakukan untuk mengangkat fibroid. Namun, pada kasus yang sangat jarang, seluruh rahim juga dapat perlu ia angkat. Pengangkatan seluruh rahim bukanlah penanganan yang umum ia lakukan pada fibroid karena kasus tersebut sangat langka.

Menopause

Pada sebagian perempuan, fibroid dapat mengecil dengan sendirinya setelah mengalami menopause. Setelah memasuki masa menopause, fibroid biasanya tidak lagi menimbulkan gangguan yang sebelumnya ia rasakan.

Karena itu, kondisi fibroid perlu kita lihat berdasarkan usia, gejala, ukuran, serta kondisi kesehatan masing-masing penderita.

Meski demikian, perempuan yang mengalami fibroid tetap perlu memperhatikan jumlah darah yang keluar saat menstruasi. Haid yang sangat banyak dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak darah. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekurangan sel darah merah atau anemia.

Anemia akibat kehilangan darah dapat membuat tubuh mengalami kekurangan zat besi. Karena itu, perempuan yang mengalami pendarahan menstruasi dalam jumlah banyak harus memperhatikan asupan makanan, terutama makanan yang kaya zat besi.

Pemeriksaan juga penting untuk mengetahui seberapa besar ukuran fibroid yang terdapat di dalam rahim. Tes ultrasound atau USG dapat memberikan informasi mengenai ukuran fibroid sekaligus membantu tenaga kesehatan menentukan kondisi yang sedang ia alami.

Dengan demikian, pendarahan menstruasi yang sangat banyak, nyeri atau rasa sesak di bagian bawah perut, serta rasa sakit saat berhubungan seksual tidak sebaiknya abaikan.

Pemeriksaan organ reproduksi dan USG dapat membantu mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan fibroid serta menentukan langkah penanganan yang ia perlukan. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 501.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.