Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

ulama-perempuan-dorong-islam-yang-lebih-adil-bagi-perempuan
Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan
service

Mubadalah.id – Wacana tentang relasi laki-laki dan perempuan dalam Islam dinilai masih banyak dipengaruhi oleh penafsiran yang patriarki. Padahal, sebagian besar ajaran yang mengatur persoalan sosial, termasuk relasi gender, bersifat ijtihadi dan terbuka untuk ditafsirkan ulang sesuai perkembangan zaman dan adil bagi perempuan.

Hal tersebut disampaikan Dra. Hj. Muzayanah Bisri, M.Pd., Aktivis Perempuan Nahdlatul Ulama, dalam tulisannya di website Kupipedia.id.

“Pentingnya pembacaan ulang terhadap ajaran-ajaran Islam yang selama ini tidak adil terhadap perempuan,” tulisnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat pembedaan antara ajaran dasar dan ajaran non-dasar. Ajaran dasar bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah mutawatir yang bersifat absolut dan tidak berubah. Sementara itu, ajaran non-dasar merupakan hasil ijtihad ulama yang bersifat relatif, kontekstual, dan dapat berubah mengikuti perkembangan zaman.

Menurut Muzayanah, banyak persoalan yang berkaitan dengan relasi gender—seperti perkawinan, pewarisan, hubungan keluarga, etika berpakaian, hingga kepemimpinan—masuk dalam kategori ajaran non-dasar. Artinya, wilayah ini terbuka untuk ditafsirkan ulang.

“Penafsiran lama yang mengandung bias patriarki perlu direkonstruksi agar sejalan dengan nilai-nilai keadilan,” tulisnya.

Ia menyebut bahwa pesan utama Islam adalah persamaan, kebebasan, persaudaraan, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut harus menjadi dasar dalam membangun tafsir baru yang berpihak pada kesetaraan gender.

Selama ini, wacana tentang relasi laki-laki dan perempuan lebih banyak oleh ulama laki-laki. Muzayanah menilai, kondisi ini membuat pengalaman perempuan sering kali tidak terwakili dalam penetapan hukum keagamaan.

Melalui KUPI, ulama perempuan dapat mengambil peran aktif dalam proses ijtihad. Kehadiran mereka menjadi penting untuk menghadirkan perspektif yang lebih utuh, khususnya terkait isu-isu yang langsung bersentuhan dengan kehidupan perempuan. []

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.