Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Ulama Perempuan Hadirkan Perspektif Baru dalam Merespons Persoalan Sosial

Ulama Perempuan Hadirkan Perspektif Baru dalam Merespons Persoalan Sosial

ulama-perempuan-hadirkan-perspektif-baru-dalam-merespons-persoalan-sosial
Ulama Perempuan Hadirkan Perspektif Baru dalam Merespons Persoalan Sosial
service

Mubadalah.id – Ulama perempuan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) memiliki cara pandang yang lebih dekat dengan realitas kehidupan perempuan dan anak-anak. Perspektif ini dianggap penting dalam merespons berbagai persoalan sosial yang selama ini kerap terpinggirkan.

Selama bertahun-tahun, dominasi ulama laki-laki di ruang publik telah membentuk anggapan bahwa peran ulama hanya dapat mereka jalankan.

Namun, seiring perubahan sosial yang menempatkan perempuan sebagai subjek yang setara, eksistensi ulama perempuan kini semakin kita akui.

Pengamat menyebut, pengalaman hidup sebagai perempuan membuat para ulama KUPI memiliki sudut pandang yang lebih kontekstual. Mereka tidak hanya melihat persoalan dari sisi normatif, tetapi juga dari pengalaman nyata yang perempuan dan anak-anak alami.

“Banyak isu perempuan dan anak yang selama ini dianggap tidak mendesak. Padahal, mereka adalah kelompok yang paling rentan terdampak berbagai persoalan sosial.”

Kondisi tersebut turut memengaruhi produk pemikiran dan fatwa yang KUPI hasilkan. Fatwa-fatwa ini memiliki karakter khas, karena mempertimbangkan aspek keadilan, kemanusiaan, serta kemaslahatan semesta.

Selain itu, ulama perempuan KUPI juga menempatkan pengalaman sebagai bagian penting dalam proses ijtihad. Pendekatan ini berbeda dengan metode yang cenderung mengabaikan pengalaman hidup kelompok rentan.

Para ulama perempuan ini juga mampu membaca persoalan secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dampak sosial, ekonomi, dan psikologis.

Keberadaan KUPI menandai babak baru dalam diskursus keislaman di Indonesia. Ulama perempuan tidak lagi sekadar menjadi pelengkap. Tetapi tampil sebagai aktor utama dalam merumuskan pemikiran keagamaan yang lebih adil dan inklusif.

Oleh karena itu, pengakuan terhadap ulama perempuan dapat terus kita perluas. Hal ini penting agar ruang-ruang keagamaan menjadi ruang bersama bagi para ulama perempuan. []

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.