Thu,11 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Upaya Setop Konsumsi Daging Anjing di Yogyakarta

Upaya Setop Konsumsi Daging Anjing di Yogyakarta

upaya-setop-konsumsi-daging-anjing-di-yogyakarta
Upaya Setop Konsumsi Daging Anjing di Yogyakarta
service

Andreas, warga Bantul, Yogyakarta, masih ingat kala lihat lihat anjing tetangganya jadi santapan. Caranya tidak masuk di akal, anjing itu dipaksa masuk ke karung lalu dipukuli hingga tewas. Darah rembes ke luar karung seketika setelah gonggongan berhenti. Adegan saat dia masih duduk di bangku SMP itu membuatnya bertekad tidak mau lagi mengonsumsi daging anjing. Saat SMA, dia pun paham ada risiko kesehatan tinggi pada daging anjing. “Terutama rabies, jadi saya makin bulat tidak memakannya,” katanya. Hal itu tidak mudah karena dia tinggal di lingkungan yang biasa mengonsumsi daging anjing. Alasan ‘tidak enak’ dia utarakan  saat terpaksa mencicipi. “Kalau beli atau makan dengan kesadaran itu sudah tidak ada lagi.” Terakhir kali dia makan karena sungkan pada November 2024. Saat itu, temannya di Kecamatan Wonosari, Gunungkidul membeli tongseng daging anjing (sengsu). Di Yogyakarta, jumlah warung sengsu ada di tiap kabupaten dan kota tetapi jumlah jauh berkurang dalam belasan tahun, terutama di sekitar tempat tinggalnya. Cuma butuh Rp25.000 untuk beli sengsu. Baginya, uang itu lebih baik untuk beli daging olahan lain. “Kebanyakan konsumennya orang-orang tua yang masih menganggap sengsu sebagai jamu.” Pemuda 28 tahun ini bilang, mitos daging anjing sebagai jamu sebenarnya keliru. Sebab, khasiat jamu berasal dari rempah yang banyak dalam sajian sengsu, bukan dagingnya. Penggunaan rempah itu, katanya, untuk mengusir bau khas anjing. Sama seperti olahan kambing yang minim bumbu, pasti menyisakan aroma perengus. “Jadi itu hanya mitos, kalau mau jamu sekalian beli yang asli saja malah terjamin.” Selain karena mitos, masih banyak konsumsi daging anjing  karena anggapan hewan itu masuk…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.