Fri,24 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Upwelling dan El Nino Datang Bersamaan, Tangkapan Ikan Melimpah?

Upwelling dan El Nino Datang Bersamaan, Tangkapan Ikan Melimpah?

upwelling-dan-el-nino-datang-bersamaan,-tangkapan-ikan-melimpah?
Upwelling dan El Nino Datang Bersamaan, Tangkapan Ikan Melimpah?
service

Fenomena upwelling telah berlangsung di Indonesia bagian selatan sejak Juni yang puncaknya diperkirakan September 2026. Kejadian alam ini datangnya bersamaan dengan el nino. Widodo Setiyo Pranomo, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang memiliki kepakaran Oseanografi Terapan, menjelaskan wilayah selatan Indonesia yang sudah mengalami upwelling adalah Laut Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut Timor. Upwelling merupakan fenomena alami yang sangat penting untuk keberlanjutan ekosistem laut. Biasanya, ketika upwelling terjadi, massa air dari kedalaman laut akan naik ke permukaan dengan membawa nutrien, untuk menjadi bahan makanan penting. Nutrien yang mengandung gizi penting itu akan dikonsumsi fitoplankton sebagai fondasi penting rantai makanan di laut. Saat upwelling, ikan-ikan pelagis kecil maupun besar akan mendatangi kawasan tersebut untuk mencari makan. “Kondisi ini penting, karena produktivitas perikanan meningkat tajam,” ungkapnya kepada Mongabay Indonesia, Minggu (19/7/26). Tanda-tanda upwelling adalah menurunnya suhu permukaan laut, meningkatnya salinitas air, arus ke atas, dan konsentrasi klorofil naik. Semua itu menunjukkan nutrien sudah naik ke permukaan. Naiknya klorofil ke permukaan bertujuan menangkap sinar matahari untuk menghasilkan makanan, seperti biomassa karbon dan oksigen. Jika produksi makanan berhasil, fitoplankton akan memakannya. “Semakin banyak fitoplankton maka semakin banyak oksigen. Fitoplankton dimakan zooplankton, dan zooplankton dimakan ikan kecil, lalu ikan kecil dimakan ikan besar. Itulah rantai makanan.” Saat ini, intensitas upwelling lemah dan sedang. Secara spasial belum rata, meski diamati menggunakan parameter oseanografi. Kawasan yang sudah terjadi upwelling, meluas ke Laut Banda bagian selatan-tenggara, Laut Arafura, perairan barat Sumatera hingga Laut Andaman, dan Selat Makassar mengarah ke…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.