Thu,23 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Gharonk, Merintis Wisata Selam untuk Meneliti Hiu di Morotai

Gharonk, Merintis Wisata Selam untuk Meneliti Hiu di Morotai

gharonk,-merintis-wisata-selam-untuk-meneliti-hiu-di-morotai
Gharonk, Merintis Wisata Selam untuk Meneliti Hiu di Morotai
service

Darmawan Ahmad Mukharror, yang akrab disapa Gharonk, memulai perjalanannya mengenal dunia bawah laut pada usia 34 tahun. Meski terbilang terlambat belajar menyelam, pengalaman itu justru mengubah arah hidupnya. Ketertarikannya terhadap hiu tumbuh setelah menonton film The Sharkman, yang memperlihatkan sisi lain predator laut tersebut. Selama ini, hiu lebih sering digambarkan sebagai hewan ganas yang mengancam manusia. Padahal, informasi mengenai perilaku dan peran pentingnya bagi ekosistem laut masih jarang diketahui masyarakat. Hal inilah yang mendorong Gharonk untuk mengenal hiu secara lebih mendalam. Pada 2014, ia menjadi satu-satunya orang Indonesia yang memiliki sertifikat PADI AWARE Shark Conservation Diver Instructor, yaitu instruktur selam spesialis konservasi hiu. Insinyur Teknik Kimia lulusan Institut Teknologi Bandung itu kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang Ilmu Kelautan, Universitas Indonesia. Gharonk menemukan bahwa kebanyakan penelitian hiu di Indonesia masih berfokus pada individu yang ditangkap nelayan dan didaratkan di pelabuhan. Penelitian semacam itu umumnya mengkaji bentuk tubuh, aspek biologi, dan makanan hiu. Sementara, perilaku hiu di habitat alaminya belum banyak diteliti. Padahal, studi perilaku membutuhkan pengamatan jangka panjang, bahkan hingga puluhan tahun. Untuk membiayai penelitian secara berkelanjutan, Gharonk mendirikan Shark Diving Indonesia di Morotai, Maluku Utara. Pendapatan dari wisata selam dan dana pribadinya digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian. Wisatawan tidak hanya diajak menikmati perjumpaan dengan hiu, tetapi juga belajar memahami perilakunya di alam. Penelitiannya berfokus pada hiu karang dan interaksinya dengan manusia di Morotai dan Halmahera. Ia menggunakan metode kamera bawah air dengan umpan atau BRUV serta sensus video bawah air. Teknik ini dapat merekam perilaku, keragaman, dan kelimpahan ikan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.