Tue,8 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Viral Masker Dibasahi untuk Cegah Abu Vulkanik, Dokter Paru Ungkap Tak Ada Dasar Ilmiah

Viral Masker Dibasahi untuk Cegah Abu Vulkanik, Dokter Paru Ungkap Tak Ada Dasar Ilmiah

viral-masker-dibasahi-untuk-cegah-abu-vulkanik,-dokter-paru-ungkap-tak-ada-dasar-ilmiah
Viral Masker Dibasahi untuk Cegah Abu Vulkanik, Dokter Paru Ungkap Tak Ada Dasar Ilmiah
service

Jakarta

Di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di beberapa wilayah termasuk Jakarta, masker menjadi salah satu perlindungan. Namun, viral di media sosial bahwa sebaiknya masker dibasahi terlebih dahulu agar lebih efektif ‘menangkal’ abu vulkanik. Benarkah demikian?

“Kalo pake masker, sebisa mungkin masker KN seperti jaman covid. bukan cuma masker bedah ijo. Basahi masker dengan air supaya agak lembab. Supaya debunya terperangkap di luar masker, nggak beterbangan menembus masker. Sebisa mungkin malah pake kacamata safety,” tulis akun call** di Threads, dikutip Senin (7/9/2026)

Dokter spesialis paru Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) menjelaskan anggapan bahwa masker basah lebih efektif dalam melindungi paparan abu vulkanik tersebut tidak berdasar ilmiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Setahu saya tidak ada penelitian ilmiah yang mengkaji hubungan antara masker yang dibasahi atau tidak terhadap abu vulkanik, jadi secara ilmiah tidak bisa dijawab secara pasti,” kata dr Tjandra saat dihubungi detikcom, Senin (7/9/2026).

Prof Tjandra yang juga menjabat Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menambahkan bahwa masket itu sendiri tidak bisa melindungi 100 persen paparan dari abu vulkanik.

“Masker itu apapun bentuknya adalah salah satu bentuk perlindungan. Tidak bisa dikatakan bahwa penggunaan masker mau bentuk apapun juga akan 100 persen aman dari abu vulkanik, kalau kadar abu vulkaniknya sedang tinggi,” katanya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.