Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Wisuda Naik Sapi, Bukan Cari Sensasi: Cerita Adhisaka yang Promosikan Dunia Peternakan Saat Kelulusan di UMBY

Wisuda Naik Sapi, Bukan Cari Sensasi: Cerita Adhisaka yang Promosikan Dunia Peternakan Saat Kelulusan di UMBY

wisuda-naik-sapi,-bukan-cari-sensasi:-cerita-adhisaka-yang-promosikan-dunia-peternakan-saat-kelulusan-di-umby
Wisuda Naik Sapi, Bukan Cari Sensasi: Cerita Adhisaka yang Promosikan Dunia Peternakan Saat Kelulusan di UMBY
service

Wisuda Naik Sapi, Bukan Cari Sensasi: Cerita Adhisaka yang Promosikan Dunia Peternakan Saat Kelulusan di UMBY


Adhisaka Surya Putera Astama adalah wisudawan UMBY yang paling mencuri perhatian tahun ini. Ia punya gaya nyentrik saat merayakan kelulusannya pada Kamis, 30 April 2026.

Nama Adhisaka mendadak ramai dibicarakan setelah ia hadir dalam prosesi wisuda Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dengan cara tak lazim. Adhisaka datang ke lokasi wisuda dengan menunggangi seekor sapi jantan.

Bagaimana tidak, pemandangan seperti itu jelas jarang terlihat di acara wisuda kampus. Saat lulusan lain datang berjalan kaki, Adhisaka memilih naik ke atas punggung ternak yang selama ini akrab dengan dunia kuliahnya. Tak ayal, kehadirannya langsung menyedot perhatian banyak orang di lokasi.

Siapa Adhisaka Surya Putera Astama?

Adhisaka Surya Putera Astama merupakan lulusan Program Studi Peternakan UMBY asal Gamping Lor, Sleman. Di hari kelulusannya, ia mendadak jadi pusat perhatian setelah datang menunggangi seekor sapi jantan ke area wisuda.

Aksi itu membuat banyak orang penasaran. Sebab, pemandangan wisudawan datang bersama sapi tentu bukan hal yang biasa ditemui di lingkungan kampus.

Namun, apa yang dilakukan Adhisaka bukan tindakan spontan demi mencari sensasi. Ia menyiapkannya dengan serius sebagai bagian dari pesan yang ingin disampaikan.

Lulus dari prodi peternakan, Adhisaka tak ingin ilmu yang dipelajarinya berhenti di ruang kelas. Ia membawa simbol jurusannya langsung ke tengah keramaian untuk menunjukkan bahwa dunia peternakan juga bisa tampil modern, menarik, dan penuh peluang.

Menariknya, sapi yang dibawa Adhisaka tetap tenang meski berada di tengah kerumunan orang. Kondisi itu bukan terjadi begitu saja.

Adhisaka menyiapkan semuanya dengan penuh perhatian. Untuk menjaga kondisi hewan, sapi tersebut tidak dipaksa berjalan jauh menuju lokasi wisuda. Hewan itu dibawa menggunakan mobil pikap agar tidak kelelahan.

Langkah ini berkaitan dengan animal welfare atau kesejahteraan hewan. Istilah tersebut merujuk pada cara memperlakukan hewan dengan baik, menjaga kenyamanan, kesehatan, serta menghindari stres berlebihan.

Selain itu, kemampuan sapi tetap tenang di dekat banyak orang juga lahir dari proses kedekatan yang dibangun dalam waktu lama. Adhisaka mengaku hewan tersebut sudah terbiasa dengannya.

“Harus ada proses belajarnya dulu, tidak semua sapi bisa langsung ditunggangi. Sapi yang tadi saya bawa itu memang sudah kulino dengan saya,” kata Adhisaka, dikutip dari TribunJogja, 30 April 2026.

Istilah kulino dalam bahasa Jawa berarti sudah terbiasa. Dalam praktik peternakan, hewan yang sering berinteraksi dengan orang yang sama cenderung lebih tenang dan mudah diarahkan.

Bagi Adhisaka, proses menjinakkan sapi tersebut bukan hanya soal kemampuan teknis. Pengalaman itu juga memberinya pelajaran tentang kesabaran, ketenangan, dan keberanian saat menghadapi tantangan.

“Dalam hidup kita harus berani menghadapi tantangan, meskipun terlihat sulit dan menakutkan. Jika kita berani mencoba, kita akan mampu mengendalikan keadaan dan mencapai tujuan,” ujarnya.

Yang menarik lagi, Adhisaka bukan berasal dari keluarga peternak. Orang tuanya disebut berprofesi sebagai wirausaha dan tidak memiliki latar belakang di bidang ternak.

Namun hal itu tidak menghalangi minatnya. Ketertarikan pada dunia peternakan justru tumbuh selama masa kuliah. Setelah sidang skripsi selesai, ia bahkan sudah mulai bekerja di Ibrahim Farm, Banguntapan, Bantul.

Kisah Adhisaka menunjukkan bahwa jalan karier tidak selalu mengikuti jejak keluarga. Minat, keberanian mencoba, dan kemauan belajar kerap membuka arah baru yang tak terduga.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.