Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Workshop Ekoteologi di UIN Gus Dur Pekalongan Perkuat Kesadaran Lingkungan

Workshop Ekoteologi di UIN Gus Dur Pekalongan Perkuat Kesadaran Lingkungan

workshop-ekoteologi-di-uin-gus-dur-pekalongan-perkuat-kesadaran-lingkungan
Workshop Ekoteologi di UIN Gus Dur Pekalongan Perkuat Kesadaran Lingkungan
service

Pekalongan, Arina.id – Kelompok Studi Mahasiswa Fakultas (KSM-F) ACTA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Workshop Ekoteologi In Action: Merawat Bumi Menulis Solusi Lewat Literasi di Aula Fakultas Syariah, Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini diadakan sebagai upaya membangun kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian lingkungan melalui gerakan literasi,

Kegiatan yang diikuti 45 peserta tersebut menghadirkan Khairul Anwar, akademisi, penulis, dan peneliti, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Khairul menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teknologi atau kebijakan semata. Dibutuhkan perubahan cara pandang manusia terhadap alam dengan menempatkan lingkungan sebagai bagian dari amanah yang harus dijaga. Perspektif inilah yang menjadi ruh dari ekoteologi, yakni menghubungkan tanggung jawab ekologis dengan nilai-nilai spiritual dan ajaran agama.

“Ekoteologi mengajak kita melihat bahwa hubungan manusia dengan alam bukan hubungan penguasa dengan objek yang dikuasai, melainkan hubungan seorang khalifah dengan amanah yang dititipkan Allah. Setiap ikhtiar menjaga lingkungan sesungguhnya merupakan wujud ketaatan dan tanggung jawab moral sebagai seorang hamba,” ujarnya.

Khairul juga menjelaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kesadaran ekologis. Menurutnya, perubahan sosial tidak hanya lahir dari aksi di lapangan, tetapi juga dari kekuatan gagasan yang disebarkan melalui tulisan dan berbagai karya intelektual.

“Merawat bumi harus dimulai dari membangun cara berpikir masyarakat. Literasi menjadi jembatan untuk menyebarkan pengetahuan, menumbuhkan kepedulian, sekaligus menggerakkan aksi. Ketika semakin banyak orang membaca, menulis, dan berdiskusi tentang lingkungan, maka semakin besar pula peluang lahirnya perubahan yang berkelanjutan.” tambah Khairul yang juga dosen di UIN Gus Dur dan STAI Kap ini.

Khairul juga mendorong mahasiswa agar tidak berhenti menjadi konsumen informasi, tetapi mampu menjadi produsen pengetahuan yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan melalui artikel populer, penelitian, buku, maupun media digital.

Sementara itu, Ketua KSM-F ACTA Nur Silmi Kaffah dalam sambutannya menyampaikan, workshop tersebut merupakan langkah awal organisasi dalam membangun budaya akademik yang responsif terhadap isu-isu lingkungan. Ia berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan nilai keislaman, kepedulian ekologis, dan tradisi literasi dalam setiap aktivitas akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin KSM-F ACTA menjadi ruang lahirnya mahasiswa yang tidak hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga peduli terhadap masa depan bumi. Melalui workshop ini, kami berharap literasi menjadi gerakan nyata yang mampu menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus melahirkan karya-karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa tindak lanjut dari kegiatan tersebut adalah penyusunan sebuah buku kolaboratif yang memuat gagasan, refleksi, hasil kajian, dan tulisan peserta mengenai ekoteologi, pelestarian lingkungan, serta peran generasi muda dalam merawat bumi.

“Target akhir dari rangkaian kegiatan ini adalah terbitnya sebuah buku karya bersama peserta Workshop Ekoteologi In Action. Buku ini diharapkan menjadi bukti bahwa literasi mampu menggerakkan aksi nyata, sekaligus menjadi kontribusi intelektual mahasiswa dalam menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan dari perspektif keislaman. Kami ingin gerakan ini tidak berhenti di ruang seminar, tetapi terus hidup melalui karya yang dapat dibaca, didiskusikan, dan menginspirasi masyarakat luas.” tambahnya.

Workshop ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas mahasiswa dalam memahami bahwa isu lingkungan bukan hanya persoalan ilmiah, melainkan juga memiliki dimensi teologis yang erat kaitannya dengan nilai-nilai keislaman. Semangat tersebut sejalan dengan penguatan ekoteologi yang terus dikembangkan di lingkungan UIN Gus Dur sebagai bagian dari komitmen membangun kampus hijau dan berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung melalui diskusi interaktif mengenai tantangan krisis iklim, pengelolaan sampah, budaya membaca, hingga peluang mahasiswa menjadi agen perubahan melalui karya tulis.

Workshop ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama untuk terus mengembangkan gerakan literasi yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan.

Kontributor: Seftia Nurul Izati

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.