Wed,27 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Xiaomi Uji Robot Humanoid di Pabrik Mobil Listrik, Satu Mobil Jadi 76 Detik

Xiaomi Uji Robot Humanoid di Pabrik Mobil Listrik, Satu Mobil Jadi 76 Detik

xiaomi-uji-robot-humanoid-di-pabrik-mobil-listrik,-satu-mobil-jadi-76-detik
Xiaomi Uji Robot Humanoid di Pabrik Mobil Listrik, Satu Mobil Jadi 76 Detik
service


Foto: ChinaEVhome

Teknologi.id – Perusahaan teknologi asal China, Xiaomi, mulai memanfaatkan tenaga robot humanoid—mesin yang dirancang menyerupai bentuk tubuh manusia—di fasilitas pabrik pembuatan kendaraan listrik mereka. Rencana operasional ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing, di sela-sela pameran teknologi Mobile World Congress (MWC) di Barcelona.

Xiaomi saat ini mengerahkan dua unit robot humanoid di lini produksinya. Kedua robot tersebut diberikan tanggung jawab untuk menyelesaikan serangkaian tugas mekanis fisik, seperti memasang mur pada komponen mobil hingga memindahkan barang.

Mampu Mengimbangi Ritme Produksi 76 Detik

Dalam uji coba operasionalnya, pihak Xiaomi mengklaim bahwa tugas-tugas perakitan tersebut dapat diselesaikan oleh robot hingga 90 persen hanya dalam kurun waktu tiga jam. Lu Weibing menyoroti bahwa tantangan terbesar dalam penerapan robotika di lantai pabrik adalah menyelaraskan kecepatan mesin dengan ritme lini produksi manusia.

Menurut data perusahaan, pabrik mobil Xiaomi memproduksi satu unit kendaraan baru setiap 76 detik dari jalur perakitan. Lu Weibing mengonfirmasi bahwa kedua robot humanoid yang diuji coba tersebut mampu mengimbangi kecepatan kerja perakitan yang padat itu.

Meski memiliki performa yang menjanjikan untuk meningkatkan produktivitas dan mengambil alih pekerjaan yang sulit dilakukan manusia, operasional ini masih berstatus uji coba. “Robot di lini produksi kami tidak melakukan pekerjaan resmi, lebih seperti para pekerja magang saja,” jelas Lu Weibing.

Baca juga: Hyundai Resmi Pakai Robot Humanoid di Pabrik, Produksi Massal Dimulai 2028

Proyeksi Pasar Triliunan Dolar dan Latar Belakang Tiongkok


Foto: Perplexity

Langkah Xiaomi ini merupakan cerminan dari masifnya investasi perusahaan-perusahaan asal China di sektor robotika. Saat ini, banyak perusahaan di negara tersebut yang gencar mengembangkan teknologi ini, salah satunya Deep Robotics yang baru saja melakukan penawaran saham perdana (IPO).

Dari sisi valuasi, firma analisis RBC Capital Market memperkirakan pasar robot humanoid global akan menyentuh angka 9 triliun dolar AS pada tahun 2050, dengan 60 persen pangsa pasar dipegang oleh China. Lu Weibing sendiri menyatakan optimismenya terhadap bisnis ini, meskipun ia menilai proyeksi pasar saat ini masih terlalu dini untuk dipastikan.

Di internal Xiaomi, perusahaan sebenarnya telah memperkenalkan robot humanoid bernama CyberOne pada tahun 2022, namun unit tersebut belum dipasarkan secara komersial.

Baca juga: Waspada ‘Humanoid Bubble’! Sisi Gelap di Balik Mewahnya Industri Robot Masa Depan

Demonstrasi Keluwesan Robot Humanoid China

Selain untuk kebutuhan pabrik, perkembangan robot humanoid China juga dipamerkan dalam ruang publik, seperti pada program CCTV Spring Festival Gala saat Tahun Baru Imlek. Dalam acara tersebut, empat perusahaan robotika—Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab—mendemonstrasikan peningkatan sistem keseimbangan dan keluwesan robot mereka.

Lebih dari selusin robot buatan Unitree mampu memperagakan gerakan kungfu secara luwes, mengayunkan tongkat, hingga melakukan lompatan salto dengan stabil. Robot-robot ini juga terekam mampu memegang pedang untuk melakukan gerakan menyerupai tari pedang tradisional. Sementara itu, robot Noetix dan MagicLab tampil dalam segmen komedi serta tarian sinkronisasi.

Di balik demonstrasi hiburan tersebut, pengembangan sistem kontrol gerak yang luwes dan kemampuan koordinasi banyak robot merupakan fondasi utama bagi penerapan industri nyata di pusat logistik maupun pabrik manufaktur. Namun untuk saat ini, implementasi komersial di dunia nyata masih terbatas pada proyek-proyek percontohan berskala khusus.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(WN/ZA)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.