Kerumunan yang Lupa Menjadi Manusia, Sentil FSTVLST dalam Lagunya
Kebahagiaan yang seharusnya dapat diraih dengan semudah menghargai, kini menjadi rumit karena nafsu akan kerumunan.
Seni | 05.02.2026
Secukupnya Saja, Seperti Lagu Hindia
Kita hidup dalam zaman yang memuja gerak dan hasil. Diam dicurigai sebagai kemunduran, berhenti dianggap kegagalan. Sudah, secukupnya saja. Kapan kita harus mengejar, kapan berhenti, dan kapan menerima.
Seni | 27.01.2026
Dina Renteng: Pesan Etika Ekologis Islam Jawa bagi Kebijakan Lingkungan Nasional
Manusia itu bukan pemilik bumi, melainkan pengelola yang kelak dimintai pertanggungjawaban. Kearifan lokal seperti dina renteng menjadi pengingat kita, harus berselaras dengan alam.
Tradisi | 19.01.2026




Comments are closed.