Ringkasan Berita:
- Sekitar 100 driver ojol bersilaturahmi dengan jajaran Polres Gresik.
- Polisi mengajak pengemudi berperan dalam gerakan Jogo Gresik dengan melaporkan gangguan kamtibmas.
- Driver menyampaikan persoalan keselamatan, termasuk penumpang yang enggan memakai helm.
- Polisi menegaskan pelaporan dan pengambilan kendaraan terkait kecelakaan lalu lintas tidak dipungut biaya.
Gresik (beritajatim.com) – Sekitar 100 pengemudi ojek online (ojol) berkumpul bersama jajaran Polres Gresik dalam kegiatan silaturahmi, Kamis (27/8/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi sekaligus mengajak komunitas ojol ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui gerakan Jogo Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan mobilitas driver ojol yang tinggi membuat mereka bersentuhan langsung dengan berbagai kondisi di lapangan. Karena itu, para pengemudi dinilai dapat menjadi mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi terkait gangguan keamanan.
“Keberadaan teman-teman ojol di lapangan sangat vital. Kami berharap jika melihat adanya tindak pidana atau potensi gangguan kamtibmas, dapat segera melapor ke kantor polisi terdekat,” ujarnya.
Ramadhan juga mengingatkan driver agar mengutamakan keselamatan saat bekerja dan tetap mematuhi aturan lalu lintas. Menurutnya, keamanan pengemudi maupun penumpang harus menjadi perhatian selama menjalankan aktivitas.
Ajakan kepolisian tersebut mendapat respons positif dari komunitas ojol. Perwakilan driver, Koko, menyatakan para pengemudi siap membantu menjaga keamanan Gresik karena aktivitas mereka membuat mereka setiap hari berkeliling ke berbagai wilayah.
“Kami tentu siap ikut menjaga keamanan. Driver ojol setiap hari berkeliling ke banyak tempat, sehingga kalau ada kejadian yang mencurigakan bisa kami informasikan kepada pihak kepolisian,” katanya.
Dalam dialog, driver juga menyampaikan persoalan yang kerap ditemui di jalan. Salah satunya penumpang yang masih enggan mengenakan helm ketika dibonceng. Keluhan tersebut disampaikan driver ojol bernama Anamin.
Ramadhan meminta pengemudi memberikan pemahaman kepada penumpang dengan cara yang santun. Driver juga diminta memastikan helm yang disediakan dalam kondisi bersih dan layak digunakan.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro menambahkan, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Polisi akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk komunitas pengemudi ojol.
Andreas juga meminta driver segera melapor apabila mengalami atau menemukan kecelakaan lalu lintas.
“Jika mengalami atau melihat kecelakaan, segera laporkan. Kami tegaskan bahwa proses pengambilan kendaraan terkait kecelakaan lalu lintas tidak dipungut biaya alias gratis,” ungkapnya.
Selain dialog, Polres Gresik memberikan bantuan sosial berupa paket beras kepada para driver. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan ramah tamah.
Polres Gresik berharap pertemuan tersebut menjadi awal penguatan sinergi dengan komunitas ojol, terutama dalam mempercepat penyampaian informasi mengenai gangguan keamanan dan menjaga situasi Kabupaten Gresik tetap aman serta kondusif. [dny/beq]




Comments are closed.