Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. 3 Amalan yang Sangat Dianjurkan di Bulan Rajab

3 Amalan yang Sangat Dianjurkan di Bulan Rajab

3-amalan-yang-sangat-dianjurkan-di-bulan-rajab
3 Amalan yang Sangat Dianjurkan di Bulan Rajab
service

Jakarta, NU Online

Rajab merupakan bulan yang istimewa karena menjadi bagian dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Kemuliaan bulan ini juga karena haramnya peperangan sehingga menjadi momentum perdamaian.

Karenanya, penting bulan istimewa ini juga diisi dengan amalan yang spesial. Setidaknya, ada tiga amalan penting yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada bulan ketujuh Hijriah ini menurut Imam Abu Bakar al-Baihaqi dalam kitab Fadhail Al-Auqat.

Hal ini sebagaimana dikutip dari artikel Ustadz Zainuddin Lubis berjudul 3 Amalan di Bulan Rajab menurut Imam Baihaqi pada Rabu (14/1/2026).

Pertama, melaksanakan puasa. Menurut Imam Baihaqi, puasa di bulan Rajab memiliki pahala yang sangat besar, yaitu sama dengan pahala berpuasa selama satu tahun penuh. Hal tersebut didasarkan atas hadits Rasulullah saw.

Tidak hanya itu, berpuasa pada bulan Rajab juga dapat membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka. Berpuasa di bulan Rajab dapat membawa seorang hamba kepada kebaikan dan menjauhkan dari keburukan.

“Hal ini dikarenakan puasa dapat melatih seorang hamba untuk menahan hawa nafsu, mengendalikan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah,” tulis Ustadz Zainuddin.

Kedua, memperbanyak doa. Dalam kitab tersebut, tulisnya, Imam Baihaqi menjelaskan terdapat sebuah hadits yang menceritakan bahwa Rasulullah saw selalu berdoa ketika memasuki bulan Rajab. Doa ini mengandung permohonan kepada Allah agar diberkahi di bulan Rajab dan Sya’ban, dan agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Allâhumma bâriklanâ fî rajaba wa sya’bâna wa ballighnâ ramadhâna,”.

Artinya, “Ya Allah. Berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan pertemukan kami dengan bulan Ramadhan.”

“Doa ini dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam ketika memasuki bulan Rajab. Hal ini karena bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah. Bulan Rajab memiliki keutamaan yang lebih dibandingkan bulan-bulan lainnya,” kata Ustadz Zainuddin.

Ketiga, melaksanakan shalat sunnah. Menurut Imam Baihaqi, pada malam Rajab, orang yang beramal akan mendapatkan pahala seratus tahun.

“Amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam itu adalah shalat sunnah dua belas rakaat, membaca tasbih, tahmid, takbir, istighfar, shalawat kepada Nabi saw, dan berdoa,” katanya.

Ustadz Zainuddin menjelaskan bahwa shalat sunnah 12 rakaat ini dikerjakan dengan dua rakaat salam. Pada setiap rakaat, membaca Al-Fatihah dan satu surat dari Al-Qur’an.

Setelah selesai shalat, membaca tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar masing-masing seratus kali. Kemudian, membaca shalawat kepada Nabi saw 100 kali, dan berdoa untuk dirinya sendiri apa saja yang dia kehendaki dari urusan dunia dan akhiratnya.

Lebih lanjut, berdasarkan hadits juga, bahwa jika seseorang melakukan amalan tersebut dan berpuasa pada pagi harinya, maka Allah akan mengabulkan doanya semuanya, kecuali jika dia berdoa untuk melakukan maksiat.

Shalat tersebut yang dikenal shalat raghaib, menurut Imam Ibnu Hajar al-Haitami, dihukumi makruh karena bid’ah. Namun, Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin memberikan solusi melakukan shalat sunah biasa tanpa niat khusus sebagai shalat raghaib. 

“Shalat Rajab mengacu pada kebiasaan warga Quds yang rutin melakukan shalat sunah saat masuk bulan Rajab. Tata cara melakukan shalat 12 rakaat layaknya shalat sunah pada umumnya, yaitu setiap 2 rakaat, maka satu kali salam,” pungkas Ustadz Zainuddin.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.