Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. 361 Spesies Tumbuhan Terancam Punah Dikoleksi di 5 Kebun Raya BRIN

361 Spesies Tumbuhan Terancam Punah Dikoleksi di 5 Kebun Raya BRIN

361-spesies-tumbuhan-terancam-punah-dikoleksi-di-5-kebun-raya-brin
361 Spesies Tumbuhan Terancam Punah Dikoleksi di 5 Kebun Raya BRIN
service

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat sebanyak 361 spesies tumbuhan berstatus terancam punah telah dikonservasi dalam 2.370 spesimen hidup di lima Kebun Raya BRIN. Data ini merupakan hasil analisis koleksi ilmiah tumbuhan hidup hingga Desember 2025.

Pelaksana Fungsi Pemrosesan Koleksi Ilmiah Hayati Hidup – KKI Kebun Raya Cibinong, Lutfi Rahmaningtyas, mengatakan Indonesia merupakan negara megabiodiversitas dengan kekayaan flora yang luar biasa. Terdapat sekitar 30.466 spesies tumbuhan vaskular asli Indonesia, setara dengan 8,7 persen dari total flora vaskular dunia.

“Angka ini sangat signifikan, mengingat luas daratan Indonesia hanya mencakup 1,3 persen dari total luas daratan dunia,” kata Lutfi, dalam kegiatan Talk About Scientific Collection ke-17, secara daring, Senin, 20 Juli 2026.

Ia menjelaskan analisis dilakukan terhadap empat kategori spesies berdasarkan Daftar Merah IUCN, sistem penilaian internasional yang mengukur tingkat kepunahan suatu spesies. Keempat kategori ini adalah Extinct in the Wild (punah di alam liar), Critically Endangered (kritis atau terancam punah sangat tinggi), Endangered (genting atau terancam punah tinggi), dan Vulnerable (rentan atau berisiko punah).

“Kategori Endangered dan Vulnerable mendominasi sekitar 88,4 persen dari seluruh spesies yang dianalisis, yang berarti sebagian besar spesies yang dikoleksi masih memiliki populasi di alam namun terus mengalami penurunan,” jelasnya.

Dari 361 spesies yang terancam punah, sambungnya, sebanyak 214 spesies atau sekitar 59,3 persen merupakan flora asli Indonesia dan 63 spesies diantaranya merupakan tumbuhan endemik.

“Spesies endemik menjadi tanggung jawab nasional karena hanya ditemukan di Indonesia. Jika tumbuhan ini punah di Indonesia, maka tumbuhan ini juga tidak ditemukan di bagian lain di seluruh dunia,” katanya.

Salah satu spesies yang berstatus Extinct in the Wild adalah mangga kasturi (Mangifera casturi), yang kini hanya terselamatkan melalui koleksi di kebun raya.

Lebih lanjut, Lutfi mengungkapkan analisis juga menemukan sebanyak 260 dari 361 spesies hanya terdapat di satu kebun raya. “Jika di lokasi kebun raya itu terjadi bencana atau terkena serangan penyakit tertentu, maka BRIN tidak memiliki koleksi cadangan,” tuturnya.

Dari jumlah itu, terdapat 29 spesies berstatus Critically Endangered dan 111 spesies yang tergolong tunggal ganda kritis.

Lutfi menjelaskan pihaknya akan melakukan verifikasi kondisi koleksi di lapangan, mengaudit asal koleksi, mengevaluasi kemampuan perbanyakan, serta memperbanyak spesies terpilih sebagai koleksi cadangan di kebun raya lain.

Menurutnya, lima Kebun Raya BRIN bersama 44 Kebun Raya Binaan perlu dipandang sebagai satu jaringan konservasi nasional yang saling melengkapi. Penguatan jaringan perlu disesuaikan dengan tiga wilayah fitogeografi Indonesia, yaitu Sunda Shelf, Wallacea, dan Sahul Shelf.

Efektivitas sistem kebun raya nasional bertumpu pada keseimbangan regional, spesialisasi, dan komplementaritas, bukan hanya menumpuk koleksi pada satu institusi besar.

“Tantangan utama konservasi tumbuhan terancam bukan sekadar membawa spesies masuk ke kebun raya, tetapi menjaga material itu tetap hidup, teridentifikasi valid, terlacak asal-usulnya, dan terintegrasi dalam jaringan koleksi nasional yang saling melengkapi,” kata Lutfi.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.