Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. 39 Ribu Kasus DBD dan 105 Kematian, PDNU: Pengendalian Tak Bisa Hanya Saat KLB

39 Ribu Kasus DBD dan 105 Kematian, PDNU: Pengendalian Tak Bisa Hanya Saat KLB

39-ribu-kasus-dbd-dan-105-kematian,-pdnu:-pengendalian-tak-bisa-hanya-saat-klb
39 Ribu Kasus DBD dan 105 Kematian, PDNU: Pengendalian Tak Bisa Hanya Saat KLB
service

Jakarta, NU Online

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Data Kementerian Kesehatan hingga Mei 2026 mencatat sebanyak 39.672 kasus DBD dengan 105 kematian.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PP PDNU) dr Muhammad S Niam menilai tingginya kasus dan kematian akibat DBD tidak hanya dari satu faktor. Menurutnya, persoalan ini berkaitan dengan berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari lingkungan, perilaku masyarakat, hingga sistem pelayanan kesehatan.

“Meskipun demam berdarah dengue (DBD) telah menjadi masalah kesehatan di Indonesia selama puluhan tahun, angka kasus dan kematian masih relatif tinggi karena penyebabnya bersifat multifaktorial,” ujarnya kepada NU Online, Sabtu (8/8/2026).

Niam menjelaskan bahwa kondisi geografis Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang mendukung penyebaran penyakit tersebut. Iklim tropis dengan suhu hangat, kelembapan tinggi, dan curah hujan yang besar memungkinkan nyamuk Aedes Aegypti berkembang hampir sepanjang tahun.

Selain itu, pengendalian vektor dinilai belum berjalan secara berkelanjutan. Ia menyoroti masih banyaknya upaya pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan hanya ketika terjadi kejadian luar biasa (KLB). Padahal, langkah pencegahan harus dilakukan secara rutin melalui pemberantasan tempat perkembangbiakan nyamuk, pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Niam menjelaskan bahwa faktor lain yang turut memperparah situasi adalah urbanisasi dan kepadatan penduduk. Permukiman yang padat dengan banyak tempat penampungan air serta tingginya mobilitas warga memudahkan penyebaran virus dengue dari satu wilayah ke wilayah lain.

Ia mengatakan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam pengendalian DBD.

“Keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada perilaku masyarakat. Jika hanya sebagian kecil rumah yang melakukan pemberantasan sarang nyamuk, penularan tetap dapat berlangsung,” katanya.

Niam juga mengingatkan bahwa sebagian besar kematian akibat DBD sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat dikenali lebih awal dan segera mendapatkan penanganan yang tepat.

“Kematian umumnya terjadi karena keterlambatan diagnosis, keterlambatan mencari pertolongan, keterlambatan rujukan, atau keterlambatan penanganan pada kasus yang berkembang menjadi DBD berat,” katanya.

Ia menegaskan perlunya penguatan pencegahan, deteksi dini, pelayanan kesehatan, surveilans, serta kolaborasi lintas sektor.

“Tantangan utamanya adalah mengintegrasikan pencegahan berbasis masyarakat, pengendalian lingkungan, deteksi dini, tata laksana klinis yang berkualitas, dan respons kesehatan masyarakat secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.