Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup

Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup

ngaji-al-hikam,-perlu-fase-menepi-dari-ketenaran-dalam-hidup
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
service

Jakarta, NU Online

Dalam perjalanan hidup, seseorang butuh menepi dari obsesi ketenaran. Sebab ketenaran adalah imbas dari kerja keras yang dilakukan secara konsisten dalam jangka waktu yang relatif panjang. Ketenaran yang didapat seseorang secara instan justru akan cepat tenggelam.

Keterangan tersebut disampaikan Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla saat Ngaji Hikmah ke-11 Kitab Al-Hikam karya Ibnu ‘Athaillah Sakandari di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Ahad (9/8/2026). 

“Orang itu kalau mau suksesnya solid dan kokoh itu harus didasari dulu dengan latihan yang berlangsung lama, tidak memerhatikan sorotan, validasi seseorang,” kata Gus Ulil.

Ia memberikan gambaran bahwa fase ini bak benih yang ditanam di dalam tanah. Benih tersebut akan tumbuh lebih sempurna dibanding benih rapung sebab digeletakkan di atas tanah. Proses di balik layar ini kerap dilakukan para tokoh atau figur yang diidolakan.

Gus Ulil menyampaikan, di dalam Iqadzhul Himam fi Syarhil Hikam, Ibnu ‘Ajibah menerjemahkan khumul dengan membuang rasa keakuan dalam setiap lini kehidupan. Mereka yang berhasil menanam etos ini akan memperoleh buah kebijaksanaan dan pengetahuan yang bersumber dari Allah swt.

“Jadi, di dalam hidup, kamu itu harus ada fase tidak merasa jadi siapa-siapa,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Gus Ulil mengemukakan dua level khumul yang dilakukan seorang muslim. Pertama, khumul yang dilakukan sepanjang usia oleh orang-orang tertentu. Kedua, level khumul yang dilakukan secara temporer sebagai latihan. Khumul jenis terakhir ini yang ia sebut dengan fase bagi seseorang.

Seirama, Dokter Umum jebolan Universitas Yarsi Anwar Sadat menyebut fase khumul sebagai masa seseorang mengalami laku prihatin, seperti pengalaman masa pendidikan profesi bagi sarjana kedokteran. Fase ini ia sebut sebagai proses penguatan batin.

“Kami di kedokteran ketika tahap koasistensi itu menangani berbagai persoalan, mulai dari membersihkan rumah sakit, merawat pasien sampai menghadapi keluhan orang yang macam-macam. Dalam situasi seperti itu, kami merasa dalam khumul itu,” ujar dokter Anwar.

Ia juga menyampaikan, di dalam kedokteran seorang calon dokter diharuskan menuntaskan sejumlah buku dan melewati masa latihan dalam jangka waktu tertentu sebelum membuka praktik. Fase ini untuk meruntuhkan keakuan yang bercokol dalam diri seseorang.

“Kami di kedokteran itu harus membaca buku tebal-tebal, dan ketika sudah jadi dokter kita harus menganalisa sendiri kira-kira mengarah ke penyakit apa,” jelasnya.

Diketahui, Hikmah kesebelas dalam Kitab al-Hikam bermakna “Benamkan dirimu dalam bumi kekosongan. Sebab, sesuatu yang tumbuh dari benih yang tak ditanam (di balik kekosongan), tak akan sempurna buahnya,”

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.