Wed,9 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. 76.922 Hektare Terbakar, Polutan Asap Karhutla Kalimantan Terasa ke Malaysia hingga Singapura

76.922 Hektare Terbakar, Polutan Asap Karhutla Kalimantan Terasa ke Malaysia hingga Singapura

76.922-hektare-terbakar,-polutan-asap-karhutla-kalimantan-terasa-ke-malaysia-hingga-singapura
76.922 Hektare Terbakar, Polutan Asap Karhutla Kalimantan Terasa ke Malaysia hingga Singapura
service

Jakarta, NU Online

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia belum menunjukkan tanda mereda. Hingga Selasa (8/9/2026) sebanyak 76.922,3 hektare lahan terbakar di enam provinsi. Asap dari karhutla bahkan diprediksi menyebar lintas batas hingga Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 8 hingga 9 September 2026, intensitas dan luasan polusi PM2.5 akibat karhutla di Sumatra dan Kalimantan menunjukkan peningkatan.

“Hari ini, 8 September 2026, kita lihat bahwa sebaran asap dari karhutla masih berada di Kalimantan yang luas, di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026).

Ia mengungkapkan bahwa polutan asap tersebut berasal dari karhutla yang masih berlangsung. Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 38.310,89 hektare. Disusul Riau 19.151,78 hektare, Kalimantan Selatan 8.019,63 hektare, Kalimantan Tengah 7.634,46 hektare, Sumatra Selatan 1.926,23 hektare, dan Jambi 1.879,31 hektare.

“Polutan asap ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang masih terjadi. Total dari enam provinsi yaitu 76.922,3 hektare lahan terbakar,” ucapnya.

Berton menyampaikan dalam sehari terakhir, terdapat 1.481,36 hektare lahan baru yang terbakar atau kembali terbakar. Hotspot kategori medium terdeteksi 259 titik, sedangkan fire spot high mencapai 193 titik. Total hotspot dalam 24 jam terakhir mencapai 4.122 titik.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan prediksi menunjukkan sebaran polutan ke arah utara dan barat laut yang memicu kabut asap lintas batas hingga menyelimuti Singapura, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Sabah, dan Brunei Darussalam. Polutan juga terdeteksi di Merauke, Papua.

Berton juga mengimbau warga untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di daerah yang terdampak sebaran polutan asap karhutla.

“Ini menjadi perhatian juga kepada warga untuk tetap melakukan memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah. Terutama di Kalimantan, Jambi, Sumatra Selatan, dan ada juga di Papua bagian Merauke,” ucap Berton.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.