Surabaya (beritajatim.com) — Pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak terus berupaya mengungkap kasus pembunuhan di Wonokusumo Jaya, Minggu (18/1/2026). Terbaru, polisi berhasil mengungkap identitas korban dan kronologi kejadian dari berbagai saksi yang sudah diperiksa.
Sumber internal Beritajatim di kepolisian menyebut, korban adalah Umar Faruq (32), warga Kedung Mangu 5, Sidotopo Wetan. Dari keterangan saksi yang diperiksa, diduga Faruq tewas karena persoalan asmara.
“Informasi sementara karena persoalan asmara. Tapi masih terus didalami oleh teman-teman,” kata sumber yang enggan identitasnya disebut.
Informasi yang dihimpun, Faruq tengah menjalin asmara dengan seorang perempuan asal Lamongan. Perempuan itu mengaku janda anak satu kepada Faruq dan belum cerai secara resmi. Motif cemburu dari pasangan perempuan itu yang diduga menjadi penyebab tewasnya Faruq.
“Informasinya karena masalah perempuan. Dia sering berkunjung ke rumah perempuan itu dan ada gesekan dengan pasangannya,” imbuh sumber.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya terus melakukan pendalaman terhadap kasus pembunuhan yang menewaskan Faruq. Saat ini, fokus utama aparat kepolisian adalah memburu pelaku yang diduga lebih dari lima orang.
“Kami masih berupaya untuk memburu pelaku. Terkait dengan motif dan lain-lain, tentu informasi sekecil apa pun berharga bagi kami. Tapi tentunya perlu pembuktian lebih lanjut,” jelas Suroto.
Diketahui, Umar Faruq ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Wonokusumo Jaya, Semampir, tepatnya di depan Coffee Black. Dari hasil otopsi, ditemukan beberapa luka bekas penganiayaan di tubuh Faruq, termasuk luka tusuk senjata tajam di bagian perut. (ang/kun)





Comments are closed.