Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Alissa Wahid Nilai Penambahan Petugas Haji Perempuan Jadi Kebutuhan Mendesak

Alissa Wahid Nilai Penambahan Petugas Haji Perempuan Jadi Kebutuhan Mendesak

alissa-wahid-nilai-penambahan-petugas-haji-perempuan-jadi-kebutuhan-mendesak
Alissa Wahid Nilai Penambahan Petugas Haji Perempuan Jadi Kebutuhan Mendesak
service

Arina.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menambah petugas haji perempuan pada penyelenggaraan ibadah haji 2026. Penambahannya mencapai 30 persen dengan tujuan meningkatkan layanan jemaah haji.

Penambahan petugas haji perempuan ini direspons oleh Direktur Jaringan Gusdurian Alissa Wahid. Ia menilai penambahan jumlah petugas haji, khususnya petugas perempuan, merupakan kebutuhan yang nyata dan mendesak demi meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji Indonesia.

Ia menambahkan, seperti dikutip dari Antara, penambahan petugas perempuan juga dianggap sebagai langkah positif, mengingat kebutuhan jamaah perempuan memiliki karakteristik yang berbeda dibanding jamaah laki-laki.

“Untuk jamaah perempuan, peningkatan jumlah petugas perempuan hingga 30 persen merupakan langkah yang sangat positif. Pada tahun 2022 ketika saya menjadi bagian dari tim monitoring dan evaluasi, jumlah pembimbing ibadah dan petugas haji perempuan masih sangat terbatas,” ucap Alissa saat memberikan materi dalam Diklat Petugas Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa 20 Januari 2026.

Menurut dia, keterbatasan petugas perempuan berdampak langsung pada pelayanan di lapangan, termasuk dalam pemenuhan fasilitas dasar seperti kamar mandi. Saat ia menjadi petugas haji kerap melakukan improvisasi dengan memanfaatkan sebagian kamar mandi laki-laki untuk jamaah perempuan pada jam-jam tertentu.

“Hal ini terpaksa dilakukan karena jumlah kamar mandi yang sama, sementara waktu dan kebutuhan jamaah perempuan di kamar mandi lebih panjang. Kebijakan-kebijakan improvisasi seperti ini seharusnya direspons secara sistematis, bukan sekadar solusi darurat di lapangan,” ujarnya.

Selain isu perempuan, Alissa juga menyoroti tantangan besar dalam pelayanan jamaah haji lansia. Ia menegaskan negara memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pelayanan haji yang aman dan nyaman bagi jamaah lansia.

“Pelayanan harus disesuaikan dengan kebutuhan jamaah lansia agar ibadah berjalan lancar, sekaligus menekan risiko kesehatan, penyakit, dan kematian. Semua ini bermula dari kesiapan dan niat para petugas haji,” katanya.

Menurut Alissa, petugas haji merupakan sumber rasa aman dan nyaman bagi jamaah, terutama perempuan dan lansia. Oleh karena itu peningkatan jumlah dan kualitas petugas haji harus menjadi perhatian utama pemerintah.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.