Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

seksualitas-dalam-islam:-dari-fikih-hingga-tasawuf
Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf
service

Mubadalah.id – Pembahasan mengenai seks dan seksualitas dalam tradisi Islam sejatinya berlangsung cukup terbuka, terutama dalam kajian fikih dan tasawuf. Hal ini berbeda dengan anggapan sebagian orang yang kerap melihat seksualitas sebagai tema tabu dalam diskursus keagamaan.

Dalam khazanah tasawuf, khususnya pada aliran maḥabbah, hasrat yang muncul dari dorongan seksual bahkan digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan cinta yang mendalam kepada Tuhan.

Para sufi memanfaatkan bahasa hasrat dan kerinduan sebagai simbol relasi spiritual antara manusia dan Sang Pencipta.

Sementara itu, dalam fikih, membahas seksualitas secara sistematis karena berkaitan langsung dengan penentuan hukum halal dan haram dalam praktik ibadah serta kehidupan sehari-hari umat Islam.

Namun demikian, konstruksi pemikiran tentang seksualitas di dunia Islam juga tidak lepas dari pengaruh tradisi di luar Islam. Salah satunya adalah tradisi Biblika yang berkembang kuat di Eropa.

Pengaruh ini semakin menguat pada masa penjajahan, ketika pandangan kelas menengah Eropa—yang memandang pembicaraan tentang seks sebagai sesuatu yang tabu—masuk ke wilayah negara-negara jajahan, termasuk Indonesia.

Dalam pandangan tersebut, seks kerap menganggapnya sebagai sesuatu yang najis, kotor, buruk, atau bahkan sebagai dorongan setan. Cara pandang ini kemudian memengaruhi perspektif sebagian kalangan elit di masyarakat terjajah. Yang selanjutnya ikut membentuk sikap sosial dan budaya terhadap seks dan seksualitas.

Padahal, dalam tradisi Islam, seksualitas kita pahami sebagai bagian dari kehidupan manusia yang memiliki dimensi etika, spiritual, dan hukum. Karena berkaitan erat dengan ibadah dan relasi sosial, seks dan seksualitas justru menjadi objek pembahasan yang penting dalam kajian keislaman.

Pemahaman ini menunjukkan bahwa sikap tabu terhadap seksualitas bukanlah sesuatu yang sepenuhnya berasal dari tradisi Islam. Melainkan merupakan hasil pertemuan berbagai pengaruh historis, budaya, dan sosial yang berkembang seiring waktu.

Sumber tulisan: Buku Kisah Perempuan: Pengalaman Siklus Kehidupan Reproduksi Perempuan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.