Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. WEF Davos 2026, BRI Soroti Peran UMKM di Agenda Global

WEF Davos 2026, BRI Soroti Peran UMKM di Agenda Global

wef-davos-2026,-bri-soroti-peran-umkm-di-agenda-global
WEF Davos 2026, BRI Soroti Peran UMKM di Agenda Global
service

KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus menjadi pilar utama dalam agenda keuangan berkelanjutan global. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank BRI, Hery Gunardi dalam forum Indonesia Pavilion pada panel Capital for Sustainability: Unlocking Sustainable Finance and Growth in Emerging Markets di World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Selasa 20 Januari 2026.

Panel diskusi ini turut menghadirkan President and CEO TCW Katie Koch dan Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini.

Hery menjelaskan, kontribusi UMKM di negara berkembang terbilang tinggi, mencakup lebih dari 90 persen total pelaku usaha dan menjadi motor utama perekonomian.

Sehingga peran UMKM sangat vital karena mampu menciptakan lapangan kerja, penguatan rantai pasok hingga ketahanan ekonomi masyarakat. 

Hanya saja, peran strategis UMKM kerap belum mendapat perhatian memadai dalam diskursus keberlanjutan global.

“Sejak awal berdiri hingga di usianya yang kini menginjak 130 tahun, BRI memang didesain untuk melayani segmen mikro dan UMKM. Komitmen tersebut tetap menjadi fondasi utama BRI. Karena itu, kami sangat senang dapat berada di WEF Davos 2026 untuk membahas isu keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan apa yang telah kami jalankan selama ini,” ujar Hery lewat keterangan resmi, Minggu 25 Januari 2026.

Hery melanjutkan, bagi negara berkembang, tantangan utama keberlanjutan bukan lagi pada ambisi, melainkan eksekusi. Fokusnya adalah memastikan pembiayaan berkelanjutan dapat disalurkan secara aman, efisien, dan berskala besar ke sektor yang paling membutuhkan.

Sebagai bank UMKM terbesar di negara berkembang, BRI mengintegrasikan prinsip inklusi, pembiayaan, dan keberlanjutan dalam model bisnisnya. 

Keuangan berkelanjutan bagi BRI dinilai bukan sekadar program, namun juga bagian dari proses bisnis yang diterapkan secara konsisten dalam pembiayaan jutaan pelaku usaha.

“Tidak akan ada transisi hijau yang berhasil dan tidak akan ada pertumbuhan yang inklusif tanpa UMKM yang ikut bergerak maju bersama. Keberlanjutan yang sesungguhnya terjadi ketika pembiayaan menjangkau desa-desa, petani, serta pelaku usaha mikro di Indonesia,” jelasnya.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi sebut UMKM merupakan penggerak utama keuangan berkelanjutan dalam forum global WEF Davos 2026. Foto: dok. BRI

Hery kemudian menyoroti meningkatnya perhatian global terhadap aspek dampak, transparansi, dan kualitas implementasi pembiayaan berkelanjutan. 

Karena itu, kemampuan eksekusi di tingkat lokal menjadi kunci agar pembiayaan benar-benar memberi dampak nyata.

“BRI sendiri menjalankan peran sebagai anchor bank, dengan menjalin kemitraan bersama pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, serta lembaga multilateral untuk menyalurkan pembiayaan campuran (blended finance) kepada pelaku UMKM,” sebut Hery.

“Tanpa dukungan institusi lokal yang kuat, pembiayaan berkelanjutan berisiko hanya berhenti pada tataran konsep, tanpa memberikan dampak nyata di lapangan,” pungkasnya menambahkan.

Sebagai informasi, digitalisasi  menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pembiayaan berkelanjutan hingga ke level desa.

Pemanfaatan teknologi dalam pembiayaan dinilai mampu meningkatkan efisiensi, memperluas akses pembiayaan, sekaligus mendukung implementasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) di segmen UMKM.

Hingga September 2025, porsi kredit UMKM konsolidasian BRI tercatat mencapai 80,02 persen dari total portofolio kredit atau setara Rp1.150 triliun.

Di samping penyaluran pembiayaan, bank dengan kode saham BBRI ini juga memperluas dampak melalui program pengembangan kapasitas seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, dan platform LinkUMKM, yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.