Ditulis oleh Hutama Prayoga •
KABARBURSA.COM – Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) selama sepekan atau 20–24 April 2026 melemah hingga 5,84 persen ke level Rp6.050. Pada periode tersebut, pergerakan saham emiten perbankan ini diselimuti aksi jual signifikan oleh investor melalui beberapa broker.
Merujuk data perdagangan Stockbit, aktivitas didominasi oleh aksi distribusi meskipun masih terdapat akumulasi investor. Broker BK tercatat sebagai penjual terbesar dengan nilai mencapai Rp1,1 triliun.
Posisi kedua terdapat broker AK yang melepas saham BBCA sebesar Rp557,3 miliar dan RX sebesar Rp510,7 miliar. Tekanan jula juga datang dari ZP dengan Rp272,6 miliar serta KZ senilai Rp30,2 miliar.
Jika dipantau dari frekuensi, aktivitas jual juga cukup agresif. Broker AK mencatat frekuensi jual hingga 50,9 ribu kali transaksi, sementara BK mencapai 45 ribu kali.
Meski mengalami tekanan jual luar biasa, saham BBCA masih menunjukkan aktivitas akumulasi. Dalam sepekan, broker CC tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai RpRp419,6 miliar.
Di bawah CC terdapat broker SQ yang mengakumulasi BBCA sebanyak Rp367,3 miliar dan XL sebesar Rp290,7 miliar. Selain itu, YP dan PD juga aktif melakukan pembelian masing-masing sebesar Rp265,5 miliar dan Rp183,1 miliar.
Di sisi lain, pergerakan saham BBCA terpantau mengalami pelemahan dalam berbagai periode waktu.
Masih merujuk data Stockbit, dalam satu bulan terakhir saham ternama di Indonesia ini tertekan hingga 10,70 persen. Jika ditarik ke jangka menengah, pelemahan semakin signifikan.
Dalam tiga bulan terakhir, saham BBCA tercatat turun hingga 20,92 persen, sementara dalam enam bulan terkoreksi lebih dalam sebesar 26,89 persen.
Adapun sepanjang tahun 2026 atau year to date (ytd) , BBCA masih melemah sebesar 25,08 persen. Bahkan dalam satu tahun terakhir, penurunan saham ini telah mencapai 28,61 persen.
Sementara dari jangka yang lebih lama, BBCA melemah 33,70 persen dalam tiga tahun terakhir. Kendati begitu dalam 10 tahun terakhir, saham ini masih membukukan pertumbuhan positif dengan kenaikan 130,48 persen. (*)





Comments are closed.