Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

minimnya-pengetahuan-membuat-remaja-rentan-salah-paham-soal-kesehatan-reproduksi
Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi
service

Mubadalah.id – Keterbatasan akses pengetahuan tentang kesehatan reproduksi berdampak besar pada remaja. Kelompok usia ini justru sangat membutuhkan pemahaman yang benar, namun sering kali tidak memiliki rujukan yang memadai.

Dalam banyak kasus, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi mereka peroleh dari sumber tidak resmi, seperti bisik-bisik antar teman atau cerita yang tidak berbasis pengetahuan kesehatan. Pengetahuan semacam ini sering kali keliru dan menyesatkan.

Apalagi, upaya remaja untuk mencari tahu juga kerap dihadapkan pada stigma sosial. Remaja yang ingin memahami tubuh dan reproduksinya sering dicap terlalu dini atau dianggap melanggar norma kesopanan. Akibatnya, mereka memilih diam dan justru menghindar.

Di lingkungan sebaya, kesehatan reproduksi tidak jarang hanya menjadi bahan olok-olok, gurauan, atau konsumsi bacaan seksual yang tidak mendidik. Kondisi seperti ini menjauhkan remaja dari pemahaman tentang reproduksi yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Padahal, tanpa pengetahuan yang benar, justru akan berisiko dalam mengambil keputusan yang membahayakan kesehatan dan masa depannya. Bahkan, dengan minimnya edukasi kesehatan reproduksi juga berpotensi memperkuat stigma dan kesalahpahaman yang berlanjut hingga dewasa.

Kondisi tersebut tidak boleh kita biarkan. Kita justru memerlukan keterbukaan untuk membicarakan isu reproduksi secara dewasa dan bermartabat agar generasi muda memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menjalani kehidupan reproduksi yang sehat dan bertanggung jawab.

Sumber tulisanBuku Kisah Perempuan: Pengalaman Siklus Kehidupan Reproduksi Perempuan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.