Sat,8 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Minim Upah dan Perlindungan Sosial, Ojol Perlu Penguatan Aturan Ekosistem Digital

Minim Upah dan Perlindungan Sosial, Ojol Perlu Penguatan Aturan Ekosistem Digital

minim-upah-dan-perlindungan-sosial,-ojol-perlu-penguatan-aturan-ekosistem-digital
Minim Upah dan Perlindungan Sosial, Ojol Perlu Penguatan Aturan Ekosistem Digital
service

Bekerja lebih dari 10-14 jam sehari, jutaan pengemudi ojek daring atau ojol masih bergulat dengan pendapatan rendah dan ketidakpastian. Pendapatan rendah, jam kerja panjang, dan beban biaya harian membuat pekerjaan ini kian menjauh dari bayangan sejahtera.

Dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada Hempri Suyatna menyatakan setiap hari mereka memenuhi jalanan, mengantar penumpang, makanan, dan barang, menjembatani kebutuhan rumah tangga dengan pusat-pusat ekonomi. “Sayang, di balik mobilitas yang tampak dinamis itu, kehidupan mayoritas pengemudi ojol justru bergerak di tempat,” kata dia.

Hempri, dalam laman UGM menyatakan, dari berbagasi hasil riset menunjukkan para pekerja yang terlibat di sektor platform termasuk ojek online memiliki kerentanan. Ini eperti ketidakpastian kerja, ketidakamanan pendapatan, serta lemahnya perlindungan hak sosial.

Kondisi ini menyebabkan mereka berpotensi mengalami kemiskinan. Menurut dia, harus ada upaya-upaya untuk mengembangkan model perlindungan sosial. “Selama ini belum ada model perlindungan sosial yang komprehensif untuk melindungi mereka,” ujarnya di Kampus UGM, Kamis, 12 Februari 2026.

Hempri mengatakan model-model perlindungan sosial yang ada masih terbatas dan parsial. Biasanya, para pekerja yang proaktif mendaftar tapi tidak terlembagakan secara baik.

Untuk itu, katanya, perlu ada upaya mewujudkan ekosistem digital yang mampu memberikan perlindungan bagi para pekerja di platform itu. “Diperlukan adanya regulasi ketenagakerjaan yang memberikan jaminan soal pengupahan, jaminan sosial atau asuransi kepada para pekerja di sektor online,” ujarnya.

Selain itu, dalam konteks pengupahan harus ada aturan model penghitungan upah yang lebih adil. Sementara itu dalam asuransi, perlu ada kewajiban dari perusahaan-perusahaan platform untuk mengasuransikan para ojek online. Semisal melalui mekanisme BPJS ketenagakerjaan.

Bagaimana pun, kata dia, penguatan modal sosial ojek online ini juga perlu dirawat. “Solidaritas sosial yang tinggi, kesetiakawanan sosial yang kuat di antara mereka seharusnya menjadi modal penting di dalam mengembangkan jaminan-jaminan sosial informal para ojek online,” katanya menyarankan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.