Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Makna Mawaddah dan Rahmah

Makna Mawaddah dan Rahmah

makna-mawaddah-dan-rahmah
Makna Mawaddah dan Rahmah
service

Mubadalah.id – Istilah mawaddah dan rahmah dalam Surat ar-Rum ayat 21 menjadi konsep kunci dalam menjelaskan karakter relasi suami-istri. Kedua istilah ini sering diterjemahkan sebagai cinta dan kasih sayang, namun dalam kajian bahasa dan tafsir memiliki perbedaan makna yang saling melengkapi.

Mawaddah dipahami sebagai bentuk cinta yang berkaitan dengan rasa bahagia karena keberadaan pasangan. Cinta dalam konteks ini berorientasi pada pengalaman emosional positif yang muncul dari relasi bersama.

Perasaan tersebut menciptakan kedekatan, rasa nyaman, serta keinginan mempertahankan hubungan. Karena sifatnya emosional, mawaddah menjadi unsur yang memperkuat ikatan batin antara pasangan.

Sementara itu, rahmah merujuk pada kasih sayang yang berorientasi pada tindakan memberi. Rahmah berkaitan dengan kemauan untuk membahagiakan pasangan melalui perhatian, empati, serta sikap menghargai.

Jika mawaddah berfokus pada rasa bahagia yang pasangan terima, maka rahmah berfokus pada upaya menghadirkan kebahagiaan bagi pasangan.

Kata baynakum yang terdapat dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa mawaddah dan rahmah bersifat timbal balik.

Artinya, kedua unsur itu tidak untuk sepihak, melainkan berkembang melalui interaksi dua arah antara suami dan istri. Prinsip timbal balik ini menegaskan bahwa keharmonisan perkawinan bergantung pada partisipasi kedua pihak.

Dengan memahami perbedaan sekaligus keterkaitan antara mawaddah dan rahmah, relasi suami-istri dapat kita pahami sebagai hubungan yang menggabungkan aspek emosional dan etis. Kombinasi keduanya menjadi fondasi penting dalam membangun relasi marital yang stabil dan berkelanjutan. []

Sumber tulisan: Tiga Relasi dalam Perkawinan

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.