Arina.id – Gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025 lalu agaknya benar-benar tidak berguna dalam perang anara Israel vs pejuang Palestina. Pada kenyataannya serdadu zionis masih terus menggempur Gaza sejak kesepakatan damai itu.
Kabar terbaru, kendaraan militer Israel menembaki tenda-tenda pengungsi di wilayah El-Meslah, Selatan Gaza. Dalam peristiwa itu, sedikitnya tiga warga Palestina, termasuk dua anak dan seorang perempuan terluka. Demikian seperti disampaikan seorang sumber kesehatan di sana.
Dikutip dari Anadolu, tiga korban luka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis untuk mendapat perawatan. Militer Israel juga dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap wilayah timur Khan Younis yang berada dalam area kendalinya.
Sementara itu, kawasan barat kota Rafah menjadi sasaran tembakan artileri berat. Namun belum ada informasi resmi mengenai kemungkinan korban jiwa dalam serangan tersebut. Artileri Israel juga membombardir wilayah timur Kamp Jabalia di Gaza utara.
Di Tepi Barat yang diduduki, militer Israel dilaporkan menangkap 27 warga Palestina dalam serangkaian penggerebekan di sejumlah kota, termasuk Nablus, Tubas, Tulkarem, dan Jericho, menurut laporan kantor berita resmi Palestina WAFA.
Di Nablus, 17 orang ditangkap, termasuk Wakil Wali Kota Asira al-Shamaliya, Bera Ceraria. Penggerebekan juga dilakukan di Kamp Pengungsi al-Faria di Tubas, serta di Tulkarem dan Jericho.
Sumber lokal juga melaporkan penahanan seorang mahasiswi dan seorang pemuda dalam operasi militer Israel di Kamp Pengungsi al-Fawwar, selatan Hebron.
Adapun di Kota Dura sebelah barat daya Hebron, pasukan Israel juga melakukan penggerebekan dan sempat menahan serta menyerang dua pemuda Palestina. Koresponden WAFA melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu Dura dari pintu masuk selatan dengan beberapa kendaraan militer.
Kendaraan militer maju menuju pusat kota, dikerahkan di sepanjang jalan dan di sekitar daerah perumahan, memaksa pemilik toko untuk menutup bisnis mereka, dan membatasi pergerakan penduduk.
Pasukan Israel selanjutnya menembakkan granat setrum dan tabung gas air mata secara ekstensif, menahan dan menyerang dua pemuda, sebelum mundur menuju pintu masuk timur kota. Tidak ada penahanan yang dilaporkan.
Sebelumnya, sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023, intensitas penggerebekan, penahanan, dan serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dilaporkan terus meningkat. Bahkan serangan ini terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah disepakati sejak akhir 2025 lalu.





Comments are closed.