Aktivitas tambang emas ilegal di Mandailing Natal (Madina) yang berlangsung sejak lama memicu berbagai dampak tak berkesudahan. Selain ekonomi, degradasi lingkungan dan kerusakan hutan kian meluas. Sementara ancaman kesehatan akibat lingkungan tercemar terus menghantui. Syarifah Ainun, Permanent Member of the Chemical Engineering Degree Region Sumatera, mengatakan, pada 2014, sempat melakukan penelitian kualitas air di aliran Sungai Batang Gadis yang diduga terkontaminasi material tambang. Hasilnya, kualitas air sangat buruk dan layak pakai. Padahal, sungai ini banyak warga manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. “Hasil uji laboratorium menunjukkan kualitas air sangat buruk. jadi, tidak boleh digunakan untuk keperluan air minum, mencuci atau juga mandi karena bisa terpapar pada kulit. Apalagi terkena mata akan sangat berbahaya,” katanya, Senin (6/4/26). Ainul katakan, pemeriksaan fokus pada beberapa parameter kimia seperti merkuri, timbal, arsenik, kadmium, tembaga, nikel, dan seng. Parameter itu dipilih seturut dengan potensi kontaminasi dari aktivitas tambang. Proses pengolahan material emas dengan menggunakan mesin glundung. Foto: Roby Ayat Karokaro/Mongabay Indonesia. Selama ini, seperti di banyak tempat, proses amalgamasi (pemisahan emas) oleh para penambang menggunakan merkuri. Bahkan, limbah sisa pengolahan juga mereka buang langsung ke media lingkungan terbuka, termasuk sungai. Dari hasil uji laboratorium, terang Ainun, kandungan merkuri mencapai 1,22 mg/l. Padahal, ambang batas senyawa ini hanya 0,025 mg/l. Akhir 2024, Ainun kembali melakukan penelitian serupa. Kali ini, dengan cakupan lebih luas, meliputi tujuh sungai di Madina yang diduga kuat terdampak aktivitas tambang emas. Selain Batang Gadis, pengambilan sampel juga dilakukan di Sungai Tanoman, Batang Natal, Simalagi, Aek Namora, Muara Sipongi dan Aek Kapesong. “Sampel air kami…This article was originally published on Mongabay
Jejak Merkuri sampai Kerusakan Hutan Tambang Emas Ilegal Mandailing Natal
Jejak Merkuri sampai Kerusakan Hutan Tambang Emas Ilegal Mandailing Natal





Comments are closed.