Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Jejak Merkuri sampai Kerusakan Hutan Tambang Emas Ilegal Mandailing Natal

Jejak Merkuri sampai Kerusakan Hutan Tambang Emas Ilegal Mandailing Natal

jejak-merkuri-sampai-kerusakan-hutan-tambang-emas-ilegal-mandailing-natal
Jejak Merkuri sampai Kerusakan Hutan Tambang Emas Ilegal Mandailing Natal
service

Aktivitas tambang emas ilegal di Mandailing Natal (Madina) yang berlangsung sejak lama memicu berbagai dampak tak berkesudahan. Selain ekonomi, degradasi lingkungan dan kerusakan hutan kian meluas. Sementara ancaman kesehatan akibat lingkungan tercemar terus menghantui. Syarifah Ainun, Permanent Member of the Chemical Engineering Degree Region Sumatera, mengatakan, pada 2014,  sempat melakukan penelitian kualitas air di aliran Sungai Batang Gadis yang diduga terkontaminasi material tambang. Hasilnya, kualitas air sangat buruk dan layak pakai. Padahal, sungai ini banyak warga manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. “Hasil uji laboratorium menunjukkan kualitas air sangat buruk. jadi, tidak boleh digunakan untuk keperluan air minum, mencuci atau juga mandi karena bisa terpapar pada kulit. Apalagi terkena mata akan sangat berbahaya,” katanya, Senin (6/4/26). Ainul katakan, pemeriksaan fokus pada beberapa parameter kimia seperti merkuri, timbal, arsenik, kadmium, tembaga, nikel, dan seng. Parameter itu dipilih seturut dengan potensi kontaminasi dari aktivitas tambang. Proses pengolahan material emas dengan menggunakan mesin glundung. Foto: Roby Ayat Karokaro/Mongabay Indonesia. Selama ini, seperti di banyak tempat, proses amalgamasi (pemisahan emas) oleh para penambang menggunakan merkuri. Bahkan, limbah sisa pengolahan juga mereka buang langsung ke media lingkungan terbuka, termasuk sungai. Dari hasil uji laboratorium, terang Ainun, kandungan merkuri mencapai 1,22 mg/l. Padahal, ambang batas senyawa ini hanya 0,025 mg/l. Akhir 2024, Ainun kembali melakukan penelitian serupa. Kali ini, dengan cakupan lebih luas, meliputi tujuh sungai di Madina yang diduga kuat terdampak aktivitas tambang emas. Selain Batang Gadis, pengambilan sampel juga dilakukan di Sungai Tanoman, Batang Natal, Simalagi, Aek Namora, Muara Sipongi dan Aek Kapesong. “Sampel air kami…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.