Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Konsep Isti’faf dalam Perspektif Ajaran Islam

Konsep Isti’faf dalam Perspektif Ajaran Islam

konsep-isti’faf-dalam-perspektif-ajaran-islam
Konsep Isti’faf dalam Perspektif Ajaran Islam
service

Mubadalah.id – Konsep isti’faf dalam tradisi Islam dipahami sebagai upaya menjaga kehormatan diri dari perilaku yang melanggar norma moral dan agama. Para ulama menjelaskan bahwa prinsip ini tidak hanya berkaitan dengan pengendalian dorongan seksual, tetapi juga mencakup pembentukan etika relasi sosial yang sehat dan bermartabat.

Dalam literatur keislaman, isti’faf sering berkaitan dengan pembentukan karakter laki-laki dan perempuan yang mampu mengendalikan dorongan nafsu secara proporsional.

Karakter tersebut digambarkan dalam istilah ‘afif bagi laki-laki dan ‘afifah bagi perempuan, yakni pribadi yang bebas dari hawa nafsu yang berpotensi mendorong tindakan melanggar norma, seperti perzinaan atau kekerasan seksual.

Para pakar fiqh menegaskan bahwa isti’faf bukan hanya berkaitan dengan larangan, melainkan juga dengan pembentukan kesadaran etis dalam berinteraksi.

Kesadaran ini meliputi kemampuan memandang orang lain sebagai individu yang memiliki hak, martabat, serta kedudukan setara sebagai sesama manusia. Dengan demikian, relasi sosial tidak kita bangun di atas dominasi atau eksploitasi, melainkan atas prinsip saling menghormati dan saling menjaga.

Konsep tersebut juga menekankan bahwa pengendalian diri harus berlaku dalam berbagai konteks relasi. Baik di luar maupun di dalam institusi pernikahan.

Dalam pandangan sejumlah ulama, relasi yang penuh paksaan atau kekerasan tetap bertentangan dengan nilai moral Islam meskipun terjadi dalam hubungan yang secara hukum sah.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa ajaran Islam memandang pengendalian diri sebagai fondasi pembentukan masyarakat yang beradab. Isti’faf dapat kita pahami bukan sekadar praktik individual, melainkan nilai sosial yang berdampak pada kualitas interaksi kolektif.

Dengan menerapkan prinsip tersebut, laki-laki dan perempuan mampu membangun hubungan yang berlandaskan keadilan, dan penghormatan. Serta tanggung jawab moral dalam kehidupan sehari-hari. []

Sumber tulisan: Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.