Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Rabu (26/11/2026), tidak hanya menghancurkan rumah warga, areal pertanian dan perkebunan, tetapi juga merusak hutan. Hasil analisis Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), tahun 2025 Aceh kehilangan tutupan hutan sekitar 39.687 hektar. “Rinciannya, 24.372 hektar akibat faktor alami sementara 15.230 hektar akibat aktivitas manusia,” ungkap Lukmanul Hakim, Manager Geographic Information System (GIS) HAkA, Senin (9/3/2026). Menurut Lukman, kehilangan tutupan hutan secara alami, hampir semua tercatat pada November hingga Desember 2025. “Longsor terjadi di kawasan hutan primer maupun yang sebelumnya telah mengalami gangguan seperti pembukaan lahan perkebunan, jalan dan penebangan. Area yang sebelumnya tertutup vegetasi berubah menjadi jalur-jalur longsor dan endapan material yang mengikuti aliran sungai dan lereng pegunungan.” Persawahan warga Toweran, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, yang rusak karena banjir bandang akhir November 2025, dipenuhi bongkahan kayu. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia Lukman mencontohkan Kabupaten Aceh Timur, yang kehilangan tutupan hutan mencapai 8.564 hektar pada 2025. Kondisi ini akibat faktor alami sebesar 7.103 hektar dan tekanan antropogenik atau kegiatan manusia sekitar 1.431 hektar. Kabupaten Aceh Tengah kehilangan tutupan hutan sebesar 6.910 hektar. Sekitar 5.525 hektar akibat faktor alami dan 1.385 hektar aktivitas manusia. Jika dilihat kerusakan akibat ulah manusia, Kabupaten Aceh Selatan banyak kehilangan tutupan hutan sepanjang 2025, sekitar 2.195 hektar. Lalu, Kabupaten Nagan Raya mencapai 2.130 hektar. “Ketika hutan terfragmentasi pembukaan jalan, perkebunan, atau aktivitas lain maka struktur tanah terganggu. Kondisi ini membuat kawasan tersebut rentan longsor dibandingkan hutan utuh,” jelasnya. Bongkahan kayu dan lumpur menghancurkan persawahan warga Toweran, Kabupaten Aceh…This article was originally published on Mongabay
Tutupan Hutan Aceh Berkurang Puluhan Ribu Hektar Sepanjang 2025
Tutupan Hutan Aceh Berkurang Puluhan Ribu Hektar Sepanjang 2025





Comments are closed.