Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Efektifkah Cemaran Pestisida Cisadane Atasi dengan Eco Enzyme?

Efektifkah Cemaran Pestisida Cisadane Atasi dengan Eco Enzyme?

efektifkah-cemaran-pestisida-cisadane-atasi-dengan-eco-enzyme?
Efektifkah Cemaran Pestisida Cisadane Atasi dengan Eco Enzyme?
service

  Apa kabar pemulihan Sungai Cisadane yang tercemar pestisida pasca kebakaran PT Biotek Saranatama? Belum lama ini, sebagai upaya pemulihan, pemerintah bersama masyarakat menuangkan 10.000 liter eco enzyme ke aliran Sungai Jaletreng, anak Sungai Cisadane, pada Sabtu (8/3/26). Aksi yang Hanif Faisol Nurofiq,  Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pimpin ini bahkan tercatat sebagai rekor penuangan eco enzyme terbanyak oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Kegiatan ini melibatkan Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemarbudhi) bersama masyarakat. Hanif menyatakan, langkah itu merupakan bagian dari ikhtiar pemulihan kualitas air Sungai Cisadane setelah pencemaran pestisida akibat kebakaran gudang pestisida pada 9 Februari lalu. “Kami sangat bangga atas partisipasi aktif generasi muda dalam aksi nyata pemulihan Sungai Cisadane. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk berperan serta menjaga lingkungan hidup,” katanya dalam keterangan resmi. Pemerintah berharap,  langkah itu dapat membantu memperbaiki kualitas air di sungai yang sebelumnya tercemar senyawa pestisida berbahaya. Sebelumnya, kebakaran gudang pestisida milik Biotek menyebabkan senyawa organofosfat masuk ke aliran Sungai Cisadane. Zat ini bersifat toksik bagi biota perairan dan memicu kematian ikan massal di sepanjang 41 kilometer hingga kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan, melakukan pelbagai langkah, mulai dari mengamankan sisa bahan kimia, dan memasang garis pengawasan penyidik pengawas lingkungan hidup (PPLH). Juga, menyiapkan langkah bioremediasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kalau residu pestisida masih tinggi di sedimen sungai. “Sungai bukan hanya urat nadi kehidupan hari ini, tetapi juga penentu kualitas hidup anak-anak dan cucu-cucu kita kelak,” kata Hanif. Upaya pemulihan CIsadane dengan memasukkan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.