Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ternyata, Ikan dan Sungai Menyelamatkan Manusia Purba dari Kepunahan Akibat Letusan Gunung Api Raksasa Toba

Ternyata, Ikan dan Sungai Menyelamatkan Manusia Purba dari Kepunahan Akibat Letusan Gunung Api Raksasa Toba

ternyata,-ikan-dan-sungai-menyelamatkan-manusia-purba-dari-kepunahan-akibat-letusan-gunung-api-raksasa-toba
Ternyata, Ikan dan Sungai Menyelamatkan Manusia Purba dari Kepunahan Akibat Letusan Gunung Api Raksasa Toba
service

Letusan gunung api raksasa Toba yang terjadi di Sumatra sekitar 74.000 tahun lalu merupakan salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah Bumi. Beberapa teori sebelumnya menyebutkan bahwa letusan ini begitu dahsyat hingga nyaris memunahkan nenek moyang kita. Bahkan, terdapat argumen yang menyatakan populasi manusia purba saat itu menyusut drastis hingga di bawah 1.000 orang. Namun, temuan terbaru dari situs arkeologi Shinfa-Metema 1 di dataran rendah Ethiopia memberikan gambaran yang lebih optimis mengenai ketangguhan spesies manusia. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini menunjukkan bahwa saat lingkungan daratan menjadi sangat gersang, manusia tidak menyerah pada keadaan. Melalui analisis isotop oksigen pada cangkang telur burung unta dan gigi mamalia, tim peneliti menemukan bukti terjadinya kekeringan yang sangat parah tak lama setelah abu vulkanik Toba sampai di wilayah tersebut. Meskipun kondisi alam menjadi sangat sulit, catatan arkeologi di situs tersebut justru sangat padat dengan jejak peralatan batu, sisa perapian, dan tulang hewan yang menunjukkan keberadaan manusia yang kontinu. Perubahan Menu Pangan di Masa Krisis Data dari penggalian mengungkap pergeseran drastis pada pola makan penghuni situs tersebut sebagai respons terhadap stres lingkungan. Sebelum letusan gunung api raksasa terjadi, sisa-sisa ikan hanya ditemukan sekitar 14 persen dari total fragmen tulang hewan yang ada. Setelah abu vulkanik Toba mengubah iklim menjadi jauh lebih kering dan sungai menyusut, proporsi sisa ikan melonjak hingga mencapai 52 persen. Kondisi sungai yang pecah menjadi kolam-kolam kecil selama musim kemarau panjang justru memberikan keuntungan bagi manusia purba. Mereka dapat dengan mudah menangkap ikan yang terjebak di genangan air dangkal tersebut tanpa…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.