Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Komunitas Muslim Napoli, Sehangat Secangkir Kopi

Komunitas Muslim Napoli, Sehangat Secangkir Kopi

komunitas-muslim-napoli,-sehangat-secangkir-kopi
Komunitas Muslim Napoli, Sehangat Secangkir Kopi
service

“Bienvenuto a Napule, Welcome!”

Salam sapa sang supir taksi yang ramah tersebut menyambut kami yang baru saja tiba di Napoli-Italia, sekitar pukul sepuluh malam. Kesan hangat pun menyeruak, membuat dinginnya malam tak begitu terasa. 

Sepanjang perjalanan menuju penginapan, obrolan kami pun mengalir semakin seru—dari topik sepak bola hingga genosida warga Gaza, Palestina. Pak supir bercerita bahwa warga Napoli sangat mendukung kemerdekaan Palestina, terutama berkat advokasi almarhum Paus Fransiskus. Kesan positif tentang kota ini pun semakin kuat tertancap di kepala saya. Hal yang menyenangkan, mengingat perjalanan kami ke sini sebenarnya spontan belaka—tiket dari Amsterdam, tempat tinggal kami, cukup terjangkau dan waktu penerbangan pun hanya 2,5 jam saja. 

Napoli memang dikenal sebagai kota yang mayoritas penduduknya Katolik, dan baru tahun lalu merayakan scudetto Italia (edisi 2024/2025). Namun kota ini juga dihuni oleh komunitas Muslim yang diperkirakan berjumlah 15.000–20.000 jiwa. Di sela menikmati kota, kami sengaja mampir ke Moschea di Napoli dan mengobrol panjang dengan sejumlah jamaah di sana.

Salah satu Muslimah yang sempat saya ajak bicara adalah Claudia, perempuan asli Napoli yang telah memeluk Islam hampir enam tahun. Ia memutuskan bersyahadat setelah terpesona dengan ajaran Islam saat berkunjung ke Turki. 

Menariknya, proses perjalanannya itu dikelilingi oleh lingkungan yang sangat suportif, meski jumlah Muslim di kota ini tidak besar. Rasa solidaritas dan kekeluargaan di antara mereka, kata Claudia, terjalin sangat erat—terwujud dalam berbagai kegiatan rutin seperti kajian, perayaan hari besar, hingga piknik bersama keluarga untuk mempererat ukhuwah. Bahkan para Muslimah punya ruang tersendiri: sebuah kelompok kecil yang secara rutin mengadakan girls day out demi menjaga kebersamaan dan keimanan mereka.

Selain itu, masjid lokal kini juga membuka madrasah untuk anak-anak, biasanya berlangsung setiap Sabtu dan Minggu saat mereka libur sekolah. Semua program tersebut berjalan beriringan, meski tidak sedikit rencana yang belum terlaksana karena donasi jamaah belum mencukupi.

Meski kecil, komunitas Muslim Napoli sangat solid dan kompak. Berbagai tantangan sebagai warga minoritas tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mendakwahkan nilai-nilai Islam. Soal makanan halal, misalnya—ada beberapa tempat makan halal, namun lokasinya tidak tersebar merata dan sebagian besar terkonsentrasi di sekitar masjid, menyulitkan mereka yang tinggal jauh. Tantangan lain adalah lahan pemakaman Muslim yang sangat terbatas. Banyak Muslim di Italia akhirnya dimakamkan di negara asal mereka, seperti Maroko atau Tunisia. Namun bagi warga lokal asli Italia yang tidak memiliki keluarga di luar negeri, pilihan itu tidak tersedia—dan biaya pemakaman lintas negara pun terlampau mahal.

Di balik semua hambatan itu, komunitas Muslim Napoli justru menunjukkan semangat yang tak mudah padam. Claudia bercerita bahwa satu sama lain saling membantu ketika ada kesulitan, dan itulah yang membuat Islam terasa semakin indah. Kehangatan itu pun saya rasakan sendiri: begitu kami datang, mereka menyambut dengan senyum dan salam yang tulus, mengajak kami salat dan makan bersama, serta dengan senang hati berbagi cerita tentang sejarah dan perkembangan komunitas mereka. 

Dari kunjungan singkat ini saja, saya sudah sangat yakin—selain kopinya yang terkenal, Napoli menyimpan kehangatan lain yang tak kalah istimewa: solidaritas dan silaturahmi komunitas Muslimnya.

Tags:

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.