Mubadalah.id – Bila seorang perempuan menderita penyakit yang tidak mungkin lagi dihalau hanya dengan obat-obatan, ia memerlukan operasi agar bisa pulih seperti sediakala.
Banyak operasi melibatkan pengirisan kulit pasien agar dokter bedah bisa mencapai bagian dalam tubuhnya, yang akan baik. Atau agar bisa mengubah fungsi-fungsi berbagai organ tubuh yang sebelumnya mengalami kerusakan atau hambatan.
Jenis-jenis operasi yang umumnya perempuan jalani adalah:
Pertama, pengosongan rahim. Ini dilakukan dengan kuret atau penyedotan. Kadang dinding rahim harus diambil, yakni selama atau sesudah pasien melakukan aborsi atau mengalami keguguran, atau untuk menemukan apa penyebab pendarahan abnormal dari dalam vagina.
Kedua, bedah caesar. Bila seorang perempuan hamil mengalami komplikasi dan akan membahayakan keselamatan jiwanya maupun bayinya andaikata ia melahirkan dengan cara biasa. Maka dokter bedah akan membuat sayatan di bagian perutnya agar si bayi lahir dengan selamat dan nyawa sang ibu pun akan selamat.
Namun banyak kasus menunjukkan bahwa operasi caesar ini sering terjadi bukan demi keselamatan ibu maupun bayinya melainkan semata-mata demi keuntungan dokternya. Bacalah Bab 6 untuk mengetahui lebih jauh tentang masalah ini.
Ketiga, sterilisasi. Operasi ini melibatkan pemotongan saluran fallopian dan mengikat ujung-ujungnya. Dengan demikian sel-sel telur tidak bisa mencapai rahim. Sehingga sperma lakilaki tidak bisa membuahi dan perempuan yang menjalani sterilisasi tidak hamil.
Keempat, pengangkatan rahim. Dalam istilah kedokteran operasi ini ia sebut histerektomi. Ini adalah jenis operasi besar, jadi jangan melakukan bila sudah tidak ada lagi cara lain untuk menyelesaikan masalah kesehatan pasien selain membuang rahimnya.
Oleh karena itu, Anda harus mempertimbangkan lebih dahulu secermat mungkin. Tanyakan pada dokter apakah masih memungkinkan indung telur Anda tidak ikut terangkat. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter





Comments are closed.