Mubadalah.id – Organ reproduksi perempuan terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi saling berkaitan dalam proses reproduksi. Setiap organ, mulai dari indung telur, saluran fallopian, rahim, hingga vagina, berperan dalam siklus pelepasan sel telur, kemungkinan terjadinya pembuahan, serta proses menstruasi.
Pemahaman terhadap fungsi masing-masing bagian ini penting untuk mengetahui bagaimana sistem reproduksi bekerja serta menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Berikut organ reproduksi perempuan di bagian dalam tubuh:
Pertama, saluran fallopian: saluran yang menghubungkan rahim dengan indung telur (ovarium). Bila indung telur mengeluarkan sebuah sel telur, sel itu melewati saluran fallopian dan akan memasuki rahim, di mana ia siap dibuahi.
Kedua, indung telur (ovarium): satu kali per bulan, indung telur melepas satu sel telur ke dalam saluran fallopian. Kalau dalam rahim sel telur itu bertemu dengan sel sperma laki-laki, akan terjadi pembuahan dan dari situ berkembang menjadi janin.
Kalau sesampainya di rahim sel telur itu tidak mengalami pembuahan, ia akan dibuang ke luar tubuh, dan terjadilah haid alias menstruasi. Perempuan memiliki 2 indung telur, satu di kanan dan satu di kiri rahim. Setiap indung telur besarnya kira-kira seperti sebutir anggur.
Mulut Rahim
Ketiga, mulut rahim (cervix): mulut rahim membuka ke arah vagina. Sperma laki-laki memasuki rahim melalui sebuah lubang kecil dalam mulut rahim ini.
Namun mulut rahim hanya membuka pintu untuk sel sperma saja, sedangkan benda-benda lain, termasuk penis laki-laki, tidak memasukinya. Baru kemudian bila Anda siap melahirkan, mulut rahim membuka diri agar bayi Anda bisa melewatinya.
Keempat, rahim (uterus): rahim adalah sebentuk otot yang berongga. Dari sinilah datangnya haid. Bila hamil, di sini pula janin berkembang.
Kelima, saluran peranakan (vagina): vagina adalah bagian yang menghubungkan vulva luar dengan rahim. Vagina terbuat dari sejenis kulit yang khusus, yang bisa meregang atau melar selama hubungan seks dan melahirkan anak.
Vagina akan mengeluarkan semacam cairan atau lendir. Lendir ini menjaga kebersihan vagina, juga mencegah infeksi.
Dengan demikian, vagina yang normal selalu terasa basah. Hanya bila lendir ini keluar dalam jumlah berlebihan, bisa disebut keputihan, dengan bau tajam dan warnanya keruh, berarti ada kelainan atau gangguan yang harus segera diperiksakan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 60-61.





Comments are closed.