Sat,30 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Harlah ke-80, Muslimat NU Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan Nasional

Harlah ke-80, Muslimat NU Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan Nasional

harlah-ke-80,-muslimat-nu-dorong-perempuan-jadi-motor-pembangunan-nasional
Harlah ke-80, Muslimat NU Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan Nasional
service

Jakarta, NU Online

Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-80, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan sebagai motor pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia, terutama dari tingkat keluarga dan komunitas.

“Perempuan, khususnya kader Muslimat NU, harus menjadi penggerak utama dalam melahirkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing global,” ujar Arifa dalam keterangan yang diterima NU Online, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, penguatan peran perempuan sejalan dengan arah kebijakan nasional, termasuk dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang menekankan pengembangan sumber daya manusia, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan.

Arifa menegaskan, Muslimat NU telah bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Salah satu bentuk konkret kontribusi tersebut adalah penguatan 2.500 paralegal Muslimat NU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat pemberdayaan perempuan.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah, termasuk Kementerian PPPA, dengan Muslimat NU dan organisasi lainnya dapat terus diperkuat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” ungkapnya.

Menurut Arifa, pembangunan nasional akan berjalan lebih optimal apabila melibatkan kekuatan masyarakat di tingkat akar rumput, termasuk gerakan perempuan.

“Pemerintah akan kuat dan berdaya maksimal jika berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama gerakan di tingkat grassroots,” imbuhnya.

Melalui penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Muslimat NU optimistis perempuan Indonesia dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan generasi unggul.

“Muslimat NU memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.