Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Totalitas Birute Galdikas untuk Orangutan Kalimantan [2]

Totalitas Birute Galdikas untuk Orangutan Kalimantan [2]

totalitas-birute-galdikas-untuk-orangutan-kalimantan-[2]
Totalitas Birute Galdikas untuk Orangutan Kalimantan [2]
service

Kepakaran Birute Galdikas pada orangutan diakui dunia. Namun begitu, kedekatannya pada satwa cerdas ini, oleh sebagian konservasionis dikritik, karena dikhawatirkan dapat menghambat prose sifat liar orangutan untuk kembali ke alam. Feeding platform yang menjadi atraksi ekowisata pun, tak luput dari sorotan. Kritik juga dialamatkan pada pendekatan rehabilitasi orangutan. Erik Meijard misalnya, berpendapat, fokus pada rehabilitasi berbiaya mahal tidak menjawab masalah kerusakan habitat satwa yang masif, membuat tren depopulasi orangutan terus terjadi. Melintasi waktu yang panjang, Birute memang identik dengan orangutan. Namun, dia juga sangat peduli dengan habitatnya, bahkan termasuk figur vokal menyuarakan kondisi hutan Indonesia yang memburuk. Hal ini berakibat pada hubungan yang tegang dengan Pemerintah Indonesia. Pada 1992, izin aktivitasnya di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, diancam dicabut. Sebagaimana diberitakan Majalah Tempo (22 Februari 1992), Soeprapto, Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Putting saat itu, menuduh Birute bertindak seperti agen wisata di Tanjung Puting dan menyadap darah orangutan untuk dijual ke luar negeri. Dia dituduh meminta honor kepada majalah di Prancis yang memuat foto-fotonya dan dituding membangun penginapan berbiaya mahal di tepi Tanjung Puting. Birute membantah. Soal mengutip sumbangan pada orang asing, diakui terbatas pada mereka yang datang dengan tujuan bisnis. Sumbangan digunakan untuk membantu biaya rehabilitasi orangutan yang mahal. Soal penyadapan darah, itu dilakukan untuk memastikan jenis orangutan yang direhabilitasi dengan izin pemerintah. Ini karena pemerintah mengatur jenis orangutan (orangutan sumatera atau orangutan kalimantan) harus dipastikan dahulu sebelum dilepasliarkan. Tuduhan itu mencuat setelah sepanjang 1991, Birute mengkritik keras kehadiran PT Hesubasa, perusahaan pemegang izi hak pengusahaan hutan (HPH). Deru mesin…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.