Thu,23 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Teman Disabilitas

Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Teman Disabilitas

pentingnya-edukasi-lingkungan-bagi-teman-disabilitas
Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Teman Disabilitas
service

Mubadalah.id – Edukasi terkait lingkungan hidup sangatlah penting bagi semua orang, tak terkecuali bagi teman disabilitas. Permasalahan lingkungan hidup saat ini merupakan konsekuensi dari interaksi manusia dengan alam yang sering kali tidak seimbang.

Sebagaimana pengalaman saya saat mengikuti kegiatan di komunitas konservasi penyu. Salah satu agendanya yaitu kita melakukan patroli menyusuri pantai untuk mencari sarang dan menjaga penyu yang sedang bertelur serta menyelamatkan telur-telurnya.

Hal tersebut karena seringkali telur hilang diambil manusia yang tidak bertanggung jawab atau disebut juga dengan perburuan liar. Lebih parah lagi, hal tersebut juga mengakibatkan kerusakan habitat dan alam.

Menjaga populasi penyu berarti juga menjaga keseimbangan ekosistem laut yang berdampak pada kesehatan lingkungan hidup secara keseluruhan.

Saat ini beberapa hal yang memerlukan perhatian antaranya terkait perubahan iklim, pemanasan global, penipisan lapisan ozon, polusi air, polusi udara, pengelolaan limbah padat, deforestasi, dan lainnya.

Dengan adanya persoalan lingkungan hidup tersebut, menciptakan efek domino yang tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga kesehatan serta kesejahteraan semua orang.

Padahal, isu terkait lingkungan merupakan masalah serius yang sudah ada sejak lama, terutama di Indonesia. Akan tetapi, dampak yang terjadi saat ini semakin terlihat nyata dan juga mengkhawatirkan.

Adapun akhir-akhir ini seringkali kita mendengar berita di televisi maupun di media sosial terkait bencana alam. Mulai dari banjir, gempa, tanah longsor, dan lainnya.

Posisi Indonesia yang berada di persimpangan lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik serta di Cincin Api Pasifik membuat rawan bencana geologi. Sementara sebagai negara tropis yang terletak di wilayah khatulistiwa, Indonesia rawan bencana hidrometeorologi.

Sayangnya, dalam banyak kasus, penyandang disabilitas menjadi kelompok yang paling terlambat diperhatikan atau bahkan terlupakan.

Ecoableism terhadap Teman Disabilitas

Jika kita lihat bersama, sistem peringatan dini masih dominan berbasis suara dan visual yang masih kurang akses untuk teman disabilitas.

Selain itu, prosedur evakuasi jarang mempertimbangkan kebutuhan disabilitas fisik, sensorik, atau intelektual. Di pengungsian pun, aksesibilitas sering kali menjadi urusan kesekian.

Bencana lingkungan akhirnya tidak hanya menjadi persoalan alam, tetapi juga cermin ketimpangan sosial. Penyandang disabilitas sejak awal tidak dilibatkan dalam perencanaan, akan selalu menjadi yang paling rentan ketika krisis datang.

Sebagaimana oleh Hari Kurniawan, S.H, C.M.C atau yang lebih kita kenal dengan panggilan Cak Wawa, dalam webinar ”Hambatan Inklusi Disabilitas pada Persoalan Lingkungan Hidup dalam Konteks Ecoableism”. Menurut Cak Wawa, penyandang disabilitas seringkali ditinggalkan dalam proses pembahasan pengkajian risiko bencana, proses penyusunan rencana kontinjensi, pembahasan rencana aksi daerah, hingga respon darurat bencana.

Hal tersebut dipertegas lagi dengan pengalaman salah satu teman disabiltas saya, Ia mengatakan bahwasanya,  “penyandang disabilitas tidak semua mendapat informasi terkait perubahan iklim, respon bencana dan perlindungan dari perubahan iklim. Informasi yang tersampaikan masih terbatas. Gerakan perubahan iklim yang melibatkan penyandang disabilitas masih terbatas juga”.

Ketika akses dan kebutuhan khusus tidak mendapat perhatian sejak awal, maka kebijakan lingkungan justru menciptakan ketidakadilan baru.

Maka dari itu, sampai saat ini terlihat bahwasanya masih kurangnya perhatian kepada teman disabilitas terkait lingkugan hidup serta bencana alam ini.

Lingkungan yang Adil dan Inklusif

Sudah saatnya Indonesia membangun gerakan lingkungan yang tidak hanya ramah terhadap alam, tetapi juga adil terhadap manusia dengan segala keragamannya. Inklusi disabilitas tidak boleh sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian inti dari keadilan ekologis.

Sebagaimana salah satu teman disabilitas saya yang menyatakan bahwasanya, “penyandang disabilitas sampai saat ini masih sebagai objek.  Padahal penyandang disabilitas bisa menjadi fasilitator bahkan dapat mengelola sampahnya sendiri. Antaranya itu membuat komunitas terkait adaptasi perubahan iklim, mengelola sampah menjadi berguna dan ramah lingkungan, menanam pohon, serta membudiyakannya. Selain untuk menjaga lingkungan, hal itu juga untuk kemandirian ekonomi disabilitas”.

Pengalaman hidup dari teman disabilitas justru memberikan sudut pandang kritis tentang keberlanjutan, ketahanan, dan relasi manusia dengan alam. Sehingga, penyandang disabilitas perlu terlibat secara aktif dalam perencanaan kebijakan lingkungan, mitigasi bencana, dan gerakan ekologi. Aksesibilitas bukanlah tambahan, melainkan prinsip dasar keberlanjutan.

Melibatkan penyandang disabilitas bukan soal belas kasihan. Akan tetapi ini soal hak, martabat, dan masa depan bersama. Karena bumi yang kita perjuangkan seharusnya bukan hanya hijau dan lestari, tetapi juga ramah untuk semua tubuh, semua indera, dan semua cara hidup.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.