Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Pohon Tertua di Dunia Berusia Lebih dari 5.000 Tahun Ini Terancam Kehausan di Habitatnya Sendiri

Pohon Tertua di Dunia Berusia Lebih dari 5.000 Tahun Ini Terancam Kehausan di Habitatnya Sendiri

pohon-tertua-di-dunia-berusia-lebih-dari-5.000-tahun-ini-terancam-kehausan-di-habitatnya-sendiri
Pohon Tertua di Dunia Berusia Lebih dari 5.000 Tahun Ini Terancam Kehausan di Habitatnya Sendiri
service

Di balik rimbunnya hutan hujan beriklim sedang di Taman Nasional Alerce Costero, Chile, berdiri sebuah organisme tunggal yang telah bertahan hidup selama lebih dari lima milenia. Pohon alerce (Fitzroya cupressoides) yang secara lokal dikenal sebagai Gran Abuelo (secara harfiah berarti Kakek Tua) atau Alerce Milenario (Alerce Seribu Tahun), saat ini sedang menjadi perhatian utama dalam komunitas sains internasional.  Pohon alerce adalah spesies konifer raksasa dari famili Cupressaceae yang memiliki pertumbuhan sangat lambat dan kayu kaya tanin sehingga sangat resistan terhadap pembusukan selama ribuan tahun. Raksasa purba ini bukan sekadar vegetasi tua, melainkan penyintas dari era ketika peradaban manusia baru mulai mengenal tulisan di Mesopotamia. Namun, meski telah melewati ribuan tahun sejarah bumi, kondisi kesehatan pohon ini dilaporkan kian kritis di tengah habitat aslinya akibat tekanan lingkungan yang meningkat. Jonathan Barichivich, seorang peneliti lingkungan dari Laboratorium Ilmu Iklim dan Lingkungan di Paris, mengungkapkan bahwa pohon ini kemungkinan besar memegang rekor sebagai organisme tunggal tertua yang masih hidup di planet ini. Berdasarkan pemodelan statistik yang menggabungkan data cincin pertumbuhan parsial dengan faktor lingkungan, Barichivich mengestimasi usia Gran Abuelo telah mencapai 5.484 tahun. Jika angka ini tervalidasi secara penuh melalui konsensus ilmiah, ia akan secara resmi melampaui rekor pinus bristlecone bernama “Methuselah” di California yang saat ini tercatat berusia 4.853 tahun. Meskipun memiliki fisik yang masif dengan diameter batang mencapai lebih dari empat meter, pohon ini menyimpan kerentanan yang serius. Penemuan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa sang raksasa sedang berjuang melawan dehidrasi kronis yang tidak terjadi secara alami. Masalah kesehatan ini dipicu langsung oleh aktivitas…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.