Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Keong Darat Endemik Sumatera Selatan, Spesies Baru yang Terabaikan

Keong Darat Endemik Sumatera Selatan, Spesies Baru yang Terabaikan

keong-darat-endemik-sumatera-selatan,-spesies-baru-yang-terabaikan
Keong Darat Endemik Sumatera Selatan, Spesies Baru yang Terabaikan
service

Ekosistem karst merupakan wilayah penting sekaligus rapuh. Ia terkenal karena kemampuannya menyediakan air minum bagi lebih 20 persen populasi global, serta menjadi rumah sejumlah spesies unik dan penting, yang menjaga ekosistem tetap sehat. Awal Maret 2026, sekelompok peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menemukan serta mendeskripsikan satu spesies baru keong darat, yang sejauh ini hanya tercatat di Sumatera Selatan. Ia dinamakan Chamalycaeus dayangmerindu, termasuk kelompok keong Caenogastropoda yang memiliki tutup cangkang (aperture). Dari namanya, keong ini ditemukan di kawasan Karst Padang Bindu, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan –yang terkait cerita legenda Putri Dayang Merindu. Dalam publikasi di jurnal ZooKeys, dayangmerindu menambah keanekaragaman Cyclophoroidea yang awalnya memiliki 90 spesies. Dari jumlah tersebut, 29 spesies (termasuk 9 subspesies) sudah lebih dulu dianggap endemik. “Temuan ini menekankan keanekaragaman hayati unik di wilayah tersebut,” tulis Aulia dan kolega (2026), dalam laporan berjudul “Operculate land snails (Gastropoda, Caenogastropoda, Cyclophoroidea) from Padang Bindu Karst, South Sumatra, Indonesia with the description of a new species, Chamalycaeus dayangmerindu.” Selama penelitian, sebanyak 3.780 spesimen Cyclophoroidea dikumpulkan dari karst Padang Bindu yang terdiri tiga gua, yakni Gua Harimau, Gua Putri dan Gua Selabe. Selain dayangmerindu, para peneliti juga menemukan empat spesies endemik Sumatera, yakni Diplommatina liwaensis Aldrich, 1898; Diplommatina wilhelminae Maassen, 2002; Plectostoma kitteli Maassen, 2002 (subfamili Diplommatininae); serta Chamalycaeus dayangmerindu sp. nov. (subfamili Alycaeninae). Ayu Savitri Nurinsiyah, salah satu penulis sekaligus peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN mengatakan, seperti spesies keong darat lainnya, dayangmerindu termasuk kelompok “neglected species” atau spesies terabaikan yang jarang diteliti, namun…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.