Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Chandra Sembiring, Ketika Kemanusiaan Bertemu Sinema Alam

Chandra Sembiring, Ketika Kemanusiaan Bertemu Sinema Alam

chandra-sembiring,-ketika-kemanusiaan-bertemu-sinema-alam
Chandra Sembiring, Ketika Kemanusiaan Bertemu Sinema Alam
service

Chandra Sembiring, bukan dokter biasa. Ketika dokter biasa hanya berkutat merawat dan mengobati pasien, dokter yang satu ini juga menangani pembuatan film. Beberapa film sudah dia bidani  bahkan menyabet pengakuan internasional. Sejak awal kariernya dia terlibat dalam berbagai misi tanggap darurat di daerah-daerah krisis. Dari tsunami Mentawai, Banten juga gempa di Lombok dan Palu maupun Cianjur. Juga, tsunami Banten, kebakaran hutan,  sampai konflik di Nusa Tenggara Timur. Dia juga pernah enam bulan bertugas di kawasan Everest bersama Himalayan Rescue Association, menangani penyakit ketinggian, bidang medis yang jarang dikuasai. “Ribuan orang mungkin merasa saya yang membantu mereka, padahal sebenarnya saya yang diisi oleh mereka,” katanya. Bencana dan alam membentuk cara berpikir Chandra. Dia terbiasa merancang operasi darurat secara taktis dan strategis, mulai dari evakuasi medis, logistik obat-obatan, hingga masuk ke wilayah yang hanya bisa terjangkau perahu atau berjalan kaki berhari-hari. “Gaya saya memang gaya emergency. Kalau agak ngegas, maklumi.” Pengalamannya berada di berbagai medan dari perang sampai bencana, memunculkan gagasan bikin film sebagai medium membicarakan relasi manusia dan alam. Ia terwujud lewat “Maira, ” film anak berlatar hutan Papua. Pohon yang ditebang di Papua, dan jadi dalam salah satu adegan film Maira. Foto: Dokumen Chandra Sembiring   *** Salah satu adegan kunci dalam film itu merekam tumbangnya sebuah pohon raksasa di tengah hutan. Adegan itu bukan hasil rekayasa, melainkan peristiwa nyata saat proses pengambilan gambar. Bagi Chandra, momen itu merangkum ironi yang ingin disampaikan Maira, yakni, kerusakan hutan di hadapan mata, kerap dianggap biasa. Dalam skenario awal, katanya, tidak ada adegan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.