Mubadalah.id – Angelina Jolie baru-baru ini menerima surat dari seorang perempuan Gaza berusia 26 tahun. Ia kemudian membagikan surat tersebut melalui akun instagram pribadinya pada Senin, 23 Maret 2026.
Hal ini ia lakukan agar publik mengetahui bahwa penderitaan warga Palestina masih terus berlanjut, seperti yang tertuang dalam surat itu, yang mengatakan bahwa “Hidup lebih buruk dari kematian.”
Perempuan berusia 26 tahun yang mengirim surat kepada Angelina Jolie itu, telah kehilangan ayahnya akibat serangan Israel. Ia kini tinggal di tenda bersama keluarga dan saudara kembarnya yang lumpuh.
Ia menceritakan pada Angelina Jolie bahwa setiap pagi warga Gaza bangun bukan karena suara burung, tapi kebisingan orang yang berteriak mengantre air. Perempuan itu mengatakan bahwa hidup di tengah kondisi ini lebih buruk dari kematian.
Hidup tanpa Jiwa
“Dalam perang ini, kita menemukan bahwa ada sesuatu yang lebih buruk dari pada kematian, yaitu tetap hidup tetapi tanpa jiwa. Memikul beban penderitaan yang seberat ton-ton beton yang hancur di tempat kota-kota kita dulu berdiri.” tulis perempuan tersebut dalam suratnya.
“Banyak anak-anak telah lupa seperti apa sekolah itu, atau bahkan bagaimana memegang pena atau mewarnai buku catatan. Impian mereka terbatas pada mendapatkan satu liter air atau sepiring makanan,” bunyi surat itu.
Ia meratapi kenangan yang tertinggal di jalan-jalan yang kini tertutup debu dan puing-puing. Jalan-jalan yang dulunya ramai, penuh tawa anak-anak dan kehidupan yang penuh warna. Kehancuran telah meninggalkan bekas yang nyata di jantung kota.
Mewakili orang-orang di Gaza, ia menyampaikan kerinduan mereka merayakan Ramadan bersama keluarga, menghadiri pernikahan, dan menikmati kehidupan yang semarak di lingkungan mereka. Kemudian ia bertanya bagaimana kehidupan normal seperti itu bisa lenyap dalam sekejap mata.
Perempuan itu kemudian menyoroti bahaya kesehatan akibat kebakaran, gas beracun, rumah sakit yang rusak, dan kekurangan obat-obatan, di samping kekurangan listrik dan keterbatasan bahan bakar untuk memasak.
Harapan dan Perjuangan
Selain itu, warga Gaza menghadapi gas beracun yang mencekik paru-paru. Kondisi ini diperparah dengan rumah sakit yang rusak dan kurangnya obat-obatan. Namun terlepas dari kesulitan-kesulitan yang terbayangkan tersebut, ia mengakhiri suratnya dengan harapan dan perjuangan
“Terlepas dari semua ini, orang-orang di Gaza masih terus berjuang untuk mengembalikan cita rasa hidup dan kebahagaiaan,” tulisnya.
Angelina Jolie sendiri terkenal sebagai aktris Hollywood yang vokal terhadap isu kemanusiaan, termasuk yang terjadi di Gaza. Melalui unggahan tersebut, pemeran Film Maleficent ini kembali mengingatkan bahwa warga Palestina masih terus mengalami penderitaan.
Pada awal Januari 2026, Angelina Jolie meninjau perbatasan Rafah di Mesir, jalur utama bantuan ke Gaza, di tengah memburuknya situasi dan pembatasan bantuan internasional. Ia mengecam lambatnya penanganan dan berfokus pada penderitaan warga sipil agar dunia tidak mengalihkan perhatian dari konflik ini.
Komitmen Angelina Jolie untuk Gaza
Aktris sekaligus pembuat film asal Amerika Serikat, Angelina Jolie, mengunjungi perlintasan Rafah di perbatasan Mesir dan Jalur Gaza pada Jumat (2/1/2026) waktu setempat. Kunjungan tersebut ia lakukan di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza, menyusul keputusan Israel untuk menangguhkan operasional puluhan organisasi bantuan internasional.
Dalam pernyataan resmi dari perwakilannya, Jolie yang juga mantan utusan khusus Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyebut kunjungan itu sebagai bagian dari perjalanan kemanusiaannya ke Mesir. Ia meninjau langsung situasi di Rafah, salah satu jalur utama masuknya bantuan ke Jalur Gaza.
“Saya berbicara dengan lembaga-lembaga kemanusiaan yang bekerja keras melakukan yang terbaik untuk mengatasi berbagai pembatasan dan tantangan dalam menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan ke Gaza. Saya berjalan melewati sebuah gudang besar yang penuh dengan barang-barang yang ditolak masuk, sebagian besar berupa perlengkapan medis,” ujar Jolie dilansir dari CNN.
Tidak hanya itu saja. Angelina Jolie berencana membangun tempat perlindungan aman (desa bantuan) bagi anak-anak Gaza yang kehilangan keluarga akibat serangan. Ia juga menuntut gencatan senjata segera dan permanen, menyebut Gaza sebagai “kuburan massal” dan menekankan bahwa bantuan harus tersalurkan tanpa hambatan.
Angelina Jolie menyoroti kondisi 2,2 juta warga Gaza yang terdampak krisis dan mengapresiasi relawan yang bekerja di bawah situasi sulit. Langkah berani yang telah ia lakukan itu penting untuk kita apresiasi, dan mengabarkan lebih luas pada dunia. Terima kasih Angelina Jolie, telah hadir untuk warga Gaza! []





Comments are closed.