Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menjaga Asa Tarsius Bangka di Gunung Menumbing

Menjaga Asa Tarsius Bangka di Gunung Menumbing

menjaga-asa-tarsius-bangka-di-gunung-menumbing
Menjaga Asa Tarsius Bangka di Gunung Menumbing
service

Gunung Menumbing, sebuah bukit di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Bukit yang puncaknya 445 meter di atas permukaan laut ini, dikenal bukan hanya sebagai tempat pengasingan Soekarno dan Hatta di masa pendudukan Belanda, juga rumah bagi beragam jenis flora dan fauna, khususnya mentilin atau tarsius bangka (Cephalopachus bancanus bancanus). Minggu (29/3/2025) siang, Mulyadi (49), Teddy Toriko (49), dan Narto (44) mendampingi Mongabay Indonesia memasuki kawasan Tahura (Taman Hutan Raya) Gunung Menumbing yang luasnya 3.300 hektar. Mereka adalah petugas Panhut (Pengamanan Hutan) Tahura Gunung Menumbing. “Hutan ini habitatnya mentilin,” kata Narto, saat di hutan yang tidak jauh dari sebuah aliran sungai kecil. “Kalau ingin melihat mentilin harus malam hari dan sehabis hujan. Siang hari mereka sulit terlihat, mungkin karena ukurannya yang kecil dan tengah istirahat,” lanjutnya. Meskipun belum ada data pasti populasi mentilin di Gunung Menumbing, Narto memperkirakan terdapat puluhan hingga seratusan individu. “Semoga mereka hidup aman di sini dan populasinya terjaga.” Mentilin atau tarsius bangka (Cephalopachus bancanus bancanus) yang menjadikan Tahura Gunung Menumbing sebagai habitatnya. Foto: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia Mentilin atau dikenal juga sebagai Horsfield’s Tarsier, adalah primata nokturnal mungil yang bermata besar dan memiliki kaki belakang panjang untuk melompat secara vertikal. “Mentilin sebenarnya tidak dapat dikategorikan sebagai satwa endemik Pulau Bangka maupun endemik Indonesia. Mengingat, distribusinya juga mencakup wilayah Malaysia dan bagian lain di Indonesia,” kata Randi Syafutra, peneliti satwa dan dosen di Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam [KSDA], Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, kepada Mongabay Indonesia, Rabu (1/4/2026). Dijelaskan Randi, secara ekologis, Tahura Gunung Menumbing memiliki kesesuaian…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.